Apa Itu Virtual Reality (VR)? Sejarah, Jenis dan Perbedaan

Virtual Reality (VR) merupakan rekayasa terhadap lingkungan nyata yang diproyeksikan pada sebuah mesin atau sebuah alat. Sensasi yang akan didapat oleh indra penglihatan, pendengaran dan rasa dari pengguna, dapat tenggelam dalam dunia buatan 3D.

Teknologi VR telah digunakan oleh sektor yang cukup vital, seperti pada penerbangan dimana para pilot berlatih pada mesin simulasi sebelum mengudara dengan pesawat asli.

Tampilan yang serupa dapat menjadi porsi latihan yang benar-benar menegangkan, view di atas awan dan goncangan dapat terasakan secara nyata. Serupa lainnya akan kamu temukan pada mesin simulasi mengendarai kendaraan, saat melalui tes untuk mendapatkan SIM (surat Izin Mengemudi).

Pada artikel ini akan membahas segala hal yang mengenai tentangnya, oleh karenanya jangan menyerah untuk membaca sampai kamu temukan ujung dari pencarian yang akan memberikan jendela pengetahuan yang sangat luar biasa.

Baca juga: Apa itu virtual machine? Pengertian, fungsi dan contohnya

Apa itu Virtual Reality dan contohnya

Virtual Reality adalah penerapan teknologi komputer yang membawa pengguna pada lingkungan yang disimulasikan dan dapat berinteraksi di dalamnya.

Virtual sendiri berarti maya atau tak nyata dan reality mengandung arti realitas atau berdasarkan kenyataan, penggabungan kedua kata tersebut memberikan arti kenyataan yang dibawa pada rekayasa tak nyata.

Lingkungan yang ditampilkan seperti cerminan dari dunia nyata, dimana pepohonan, jalan, dan objek lainnya serupa dengan penampakan pada aslinya.

Sejarah Virtual Reality

Virtual Reality telah berkembang sejak tahun 1900-an. Tepatnya tahun 1950 Teknologi Realitas maya ditemukan oleh morton heilig seorang sinematrografer, yang diberinama sensorama dengan fitur interaktif.

Selanjutnya tahun 1961, dua orang insinyur Philco Corporation, Comeau dan Bryan menciptakan Headsight yang menampilkan visual yang dipasang di kepala dengan dua layar video, satu sebagai penampil satu lagi menjadi pelacak magnetik.

Tahun 1966, Simulator penerbangan berhasil diciptakan oleh seorang insinyur militer bernama Thomas Furness.

Berlanjut 1968 Ivan Sutherland seorang ilmuwan komputer menemukan tampilan kepala VR yang disebut “The sword of Democles“, sebuah alat yang dapat membuat pengguna merasakan berpindah tempat.

Swipe to Continue
advertisment

Tahun 80-an Film Tron muncul dan memberikan sajian lingkungan maya kepada orang-orang.

Terus berlanjut sampai tahun 1990-an, tepatnya 1995 Nintendo Virtual boy diluncurkan sebagai kontrol portabel pertama dengan fitur grafik 3 Dimensi, dan ditahun 1999 film The Metrix menghiasi layar lebar bioskop dengan sajian Realitas Virtual.

Tahun 2007 Google Maps lahir dimana pada saat itu diberi nama google street View yang merupakan hasil kerja sama dengan Immersive Media yang meluncurkan teknologi Citra untuk lima kota yang dipetakan.

Terus berkembang sampai sekarang dimana Sony Playstations telah memiliki console VR, Google Cardboard dan masih banyak lainnya, sejarah selengkapnya

Jenis Virtual Reality

Dalam penerapan dan sensasi penggunaannya, Teknologi VR sendiri dapat terbagi dalam beberapa jenis, seperi Immersive dengan sensasi full reality, Non-immersive sebagian real sebagian dunia buatan, dan kolaborasi, selengkapnya:

Immersive

Tampilan lingkungan buatan benar-benar membuat pengguna tenggelam dalam dunia maya, kehidupan dalam lingkungan tersebut membutuhkan interaksi pengguna dalam melihat sekelingnya.

Memproyeksikan setiap objek dengan skala jarak yang sesuai, memungkinkan pengguna untuk dapat merasakan pergerakan yang bebas, interaksi fisik dan umpan balik fisik.

Non-Immersive

Interaksi simulasi dunia maya tidak terlalu melibatkan pengguna untuk tenggelam sepenuhnya, tapi dapat merasakan lingkungan nyata dan menyadari keadaan di sekitarnya. Berbeda dengan Immersive yang sepenuhnya membawa pengguna pada dunia maya.

Collaborative

Memungkinkan bagi pengguna lain untuk bergabung, berkolaborasi dan berinteraksi di dunia maya yang sama walau lokasi pengguna berbeda. Pengguna dari berbagai dunia dapat berbagi ide dan kreasi secara realtime di dunia maya 3 dimensi.

Baca juga: Cara install VirtualBox di Windows 10  dan menggunakannya

Manfaat Virtual Reality

Penggunaan teknologi VR dapat kamu temukan pada bidang Antariksa, kesehatan, arsitektur, penerbangan, dan secara umum untuk media hiburan seperti game. lebih dalam mengenai manfaatnya sebagai berikut:

1. Pelatihan atau uji coba

VR dapat digunakan untuk melatih keahlian dibidang tertentu dengan simulasi yang menyerupai medan sebenarnya, misalnya seperti pelatihan pilot menggunakan simolator, relaitas virtual yang digunakan oleh dokter untuk menghindari kecelakaan medis.

2. Conference atau ruang pertemuan

Teknologi VR mampu mempertemukan seseorang merasakan berada di tempat yang sama walau sebenarnya berada di tempat yang jauh. hal tersebut mampu menyatukan para pekerja digital dalam satu ruang pertemuan yang sama dan berinterkasi layaknya berada didepan matanya. Contohnya seperti skype, facebook live, zoom dan banyak lainnya

3. Memperudah pekerjaan dan Canggih

Teknoogi virtual mampu menerapkan kolaborasi dalam bidang pekerjaan tertentu, misalnya pada bidang arsitek untuk dapat saling memberikan pemikiran dan perbaikan dalam ruang realitas virtual, hal itu mempermudah pekerjaan tanpa harus datang ke tempatnya secara langsung.

Kecanggihan lainnya bisa terlihat dalam penerapan pada sektor pembelajaan pakaian, penerapan realitas virtual mampu menghadirkan pengalaman belanja yang berbeda dimana pelangga dapat mencobanya langsung secara virtual sebelum membelinya.

Cara Kerja Virtual Reality

Teknologi Virtual Realitas membutuhkan perangkat komputer/smartphone, headset dan perangkat khusus seperti perangkat pelacak gerak dan mesin yang menciptakan lingkungan digital.

Interaksi terhadap pengguna dalam beberapa bagian, seperti pelacakan kepala saat pengguna ingin melihat gerakan dan simulasi.

Pelacakan mata dengan inframerah yang bertujuan untuk mendapatkan visual yang lebih realistis, terakhir pelacakan gerak secara optik dan nonoptik dimana perbedaannya ada pada penggunaan sensor dalam mengikuti gerakan.

Komponen Virtual reality

1. Hardware, perangkat keras yang mendukung sensor yang dapat menyesuaikan dengan gerakan pengguna, misalnya seperti sensor untuk melacak gerakan pengguna dengan menekan tombol, kontroler, mata dan bagian tubuh lainnya.

2. VR Device, Perangkat keras yang dapat mewujudkan teknologi VR seperti komputer, konsole, smartphone

3. Input device, yang paling umum digunakan seperti joystick, Force Ball, Tongkat pengontrol, Trackpad, Tradmil, dan platform gerak omni

4. Dukungan lainnya seperti Audio, dan penerapan teknologi human perception.

Virtual Reality vs Augmented Reality vs Mixed Reality

Sedikit memiliki kemiripan, namun perbedaannya jika Virtual Reality membutuhkan perangkat yang khusus untuk membawa pengguna tenggelam kedalamnya.

Sedangkan Augmented reality cukup memanfaatkan smartphone untuk mendukung hal itu. Contoh Augmented Reality seperti game pokemon go, atau dapat kamu temukan pada instagram, sedangkan Mixed Reality adalah gabungan dari teknologi VR dan AR.

Simpulan

Virtual Reality adalah Proyeksi teknologi komputer yang menyajikan tampilan lingkungan buatan yang disimulasikan seperti keadaan yang sebenarnya pada dunia nyata.

Proyeksi tersebut dapat membawa pengguna untuk berinteraksi dan terlibat dengan objek di dalamnya. Kamu dapat menemukan penerapan VR pada game modern seperti yang disajikan oleh sony playstations.

Tinggalkan komentar