6 Tips Sebelum Install Aplikasi di Laptop

Aplikasi di laptop menjadi pelengkap dalam perangkat untuk mendukung kinerja dan proses yang akan dihasilkan.

Banyak digunakan untuk bebagai sektor seperti kebutuhan kantor, media desain, pengolahan data, simulasi virtual maupun media hiburan games.

Tak jauh berbeda, software sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan sistem operasi dan hardwarenya.

Pastikan hal ini sebelum Install aplikasi di Laptop

Aplikasi lebih ringan dijalankan dan di peruntukan untuk enduser(pemakai) sehingga mudah untuk di operasikan. Contohnya, Aplikasi media sosial seperti facebook, instagram, Tiktok, WhatsApp dan banyak lainnya.

Berbeda dengan software yang diperuntukan untuk dapat menghasilkan aplikasi atau produk baru, sehingga banyak di gunakan oleh developer atau pengembang. seperti software editing gambar CorelDraw, Photoshop, Adobe Illustrator dan masih banyak lainnya.

Sebelum memasang aplikasi di laptop atau software, ada beberapa hal baiknya perlu diperhatikan, agar dapat bekerja dengan lancar.

Baca juga: 7+ aplikasi Pdf Terbaik untuk PC & Android

1. Kompatibel Spek Hardware dan Sistem Operasi

Beberapa aplikasi maupun software dibuat untuk sistem operasi secara khusus, misalnya windows, linux , MacOS atau android mobile.

Umumnya format ekstensi yang didukung oleh sistem operasi windows adalah .exe. untuk itu aplikasi yang akan dipasang harus memiliki ekstensi tersebut, tidak dapat memasang ekstensi .deb yang diperuntukan untuk linux secara langsung.

Tak hanya itu, beberapa aplikasi dan software juga membutuhkan dukungan hardware secara khusus.

Misalnya, spesifikasi minimal RAM 4 GB, prosesor intel i3 atau Amd A8, Dukungan VGA diatas GT-1030Ti, dan lainnya.

Beberapa syarat tersebut harus terpenuhi untuk menghindari beban kinerja pada perangkat menjadi berat, proses stuck atau hank, bahkan tidak bisa dijalankan sama sekali.

Beberapa pengembang akan memberikan informasi detail pada aplikasi yang mereka buat, pengguna hanya perlu memperhatikan dan menyesuaikannya sebelum memasang pada perangkat.

2. Aplikasi di laptop, Originalitas atau Bajakan

Darimanakah aplikasi itu didapatkan, akan berakibat besar pada performanya secara langsung.

Aplikasi yang didapatkan dari pengembang atau penyalur yang sah, dapat memberikan kesesuaian fungsi yang tepat, tidak akan ada penambahatan script tersembunyi seperti virus atau dapat mencuri data penggunanya.

Virus pada laptop akan sangat berbahaya, bisa mengakibatkan beberapa data menjadi corrupt atau rusak. Bahkan tak hanya itu efek langsung pada sistem operasi juga dapat terjadi, beberapa mengakibatkan bluescreen, sampai tidak bisa booting.

Selain itu aplikasi bajakan yang sudah direkayasa, terkadang menghilangkan atau menghentikan fungsi yang tersedia pada aplikasi. Misalnya fitur menghilangkan backgroud pada photoshop, sehingga saat dibutuhkan akan kesulitan.

3. Kapasitas Penyimpanan Hardisk

Alokasi penyimpanan sangat dibutuhkan untuk menyimpan file dukungan dari aplikasi maupun software.

memberikan kelonggaran pada alokasi instalasi akan berakibat baik dan keberhasilan memasangnya.

selain itu, prioritas terhadap partisi yang digunakan perlu ditentukan dengan cerdas, karena tak hanya lokal disk C, disk D dan lainnya dapat dijadikan tempat penyimpanan.

kapasitas yang menumpuk pada partisi C atau sering digunakan sebagai alokasi sistem utama, akan berakibat pada kinerja proses menjadi lebih lambat. Seperti loading booting dan persiapan pada tampilan desktop awal akan membutuhkan waktu yang panjang.

Oleh karena itu, aplikasi maupun software yang akan memakan alokasi yang besar, perlu ditanyakan dulu pada kapasitas hardisk yang dimiliki.

4. Menghapus Aplikasi di laptop yang lawas

Aplikasi yang pernah terpasang pada laptop akan membawa konfigurasi yang ikut menyertainya. Baik Backupan data yang membantu sampai eror turut disertakan.

Pemasangan versi yang baru, akan menimpa atau meneruskan file konfigurasinya tergantung dari perijinan ketika menginstall.

Pada beberapa produk, dapat terpasang ganda versi lawas dan baru. Contohnya seperti microsoft office yang sering ditemukan.

2 produk yang sama sangat tidak efesien terpasang pada perangkat, selain memenuhi penyimpanan disk, priortitas penggunaannya akan tidak sesuai, mengakibatkan beberapa kasus tidak bisa membuka file dengan produk dukungannya.

Ada baiknya menghapus terlebih dahulu versi lawas dan memberikan space kosong untuk seri terbarunya.

5. Membutuhkan Software lainnya untuk dapat berjalan

Beberapa aplikasi dapat berjalan dengan dukungan software lainnya, hal ini akan membuat proses instalasi akan berjalan panjang. Sebelum dapat menjalan aplikasi utama maka dukungan terhadaptnya harus terpasang terlebih dahulu.

Contohnya seperti Microsoft Office yang membutuhkan dukungan Net Freamwork untuk bisa berjalan. Net Freamwork disediakan oleh microsoft secara langsung pada beberapa versi dan yang paling menyebalkannya jika harus mencari versi yang sesuai.

Lainnya pada oracle dan Android studio yang membutuhkan Java Sdk untuk dapat menjalankan fungsionalnya.

Tak hanya software tambahan beberapa plugin pelengkap juga terkadang harus ditambahkan, misalnya pada software Virtual machine VirtualBox.

Baca Juga : Cara menutup Aplikasi di windows 10 yang tidak bisa di close

6. Offline atau Online Installer

Tak selamanya harus offline, beberapa aplikasi dapat di pasang secara online. Size installer aplikasi yang di pasang secara online cenderung kecil, dimana sisanya akan diunduh ketika permintaan diproses.

Contoh aplikasinya seperti browser Google chrome, pengguna akan mengunduh file installernya pada web dan selanjutnya perangkat akan mensinkronkan sisa datanya yang diunduh secara online ketika proses dijalankan.

Pada distro linux sendiri, hal ini sering dilakukan sebagai pilihan memasang aplikasi pada perangkat yang dikenal dengan repository atau melalui CDN (Content Delevery Network).

gabungan keduanyapun bisa terjadi, seperti saat harus proses instalasi dilakukan tanpa perlu akses internet, namun ketika aktivasi data melalui email membutuhkan koneksi online.

Beberapa tips install aplikasi di laptop yang telah disampaikan akan membantu proses yang lebih efesien ketika ingin menerapkannya pada perangkat yang dimiliki.

Selain aplikasi yang harus diinstal, ada juga web tool yang dapat digunakan untuk memperoses pekerjaan seperti editing tanpa harus memasangnya, hanya perlu mengakses via web browser.

Tinggalkan komentar