Perbedaan Routing dan Bridging Mode Wifi

Wifi modern memiliki fitur lengkap untuk menyuplai dan menyederhanakan tambahan perangkat lainnya pada distribusi jaringan komputer, seperti dukungan konfigurasi routing dan Bridging mode.

Pada skala rumahan, penggunaan wifi sudah banyak ditemukan untuk menyebarkan paket data internet dari layanan ISP (Internet Service Provider) Ke seisi rumah. Sebagian mampu mengurangi penggunaan paket data mobile secara khusus.

Konfigurasi pada wifi sangatlah sederhana dan mudah. Akan tetapi pada beberapa hal membutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang lebih.

Perbedaan Routing dan Bridging pada Wifi

Bridging akan menjembatani komunikasi dari perangkat sumber utama ke perangkat lainnya yang langsung diteruskan oleh wifi dengan mode tersebut.

Seluruh paket yang disediakan oleh sumber pusat, dapat diminta langsung oleh masing-masing klien, hal tersebut dapat mempercepat waktu tunggu ketika proses berlangsung.

Bridging mode sering ditemukan pada perangkat Access point (AP), yang memiliki model serupa dalam meneruskan paket data pada lalu lintas jaringan komputer.

Sedangkan, Routing melibatkan lalu lintas komunikasi dengan membangun wilayah jaringan lokal baru sebelum meneruskannya ke perangkat sumber utama.

Wilayah baru akan disebut sebagai Network, mengendalikan dan mengurangi beban kerja perangkat pusat, karena semua akan terlayani oleh Wifi Routing dengan sistem antrian, jadi tidak langsung di layani oleh komputer pusat seperti bridging.

Baca juga: 6 Perbedaan Access Point dan Router Wifi

Routing sedikit rumit, Namun Beban Kerja Berkurang

Konfigurasi routing akan menyertakan Penyesuaian dan penambahan IP address pada perangkatnya. Satu slot digunakan sebagai wilayah akses ke komputer utama dan bagian lainnya untuk klien yang terhubung.

Bisa dibilang wifi mode routing hanya memerlukan 1 IP address dari pusat atau konfiguri serupa jika manual.

wifi routing mode

Distribusi IP address yang diberikan dapat di set manual atau otomatis dengan bantuan paket layanan dhcp (Dynamic host Configuration Protocol). Prefik atau alokasipun dapat di perkecil atau diperluas tergantung dengan kebutuhannya.

Dua wilayah network yang berbeda akan diterjemahkan oleh paket routing agar wilayah lokalnya dapat terhubung ke sumber utama.

Wilayah lokal menjadi fitur dari routing untuk mengurangi beban kerja pada komputer pusat, dimana seluruh permintaan dari Client akan ditangani terlebih dahulu oleh wifi routing.

Memberlakukan proses antrian, satu persatu permintaan dari klien akan diajukan ke sumber utama sampai seluruhnya terlayani dengan baik.

Routing sangat cocok digunakan oleh jaringan komputer yang memiliki banyak klien, jika hanya sebatas 1 sampai 3 akan mubajir dan tidak efesien karena perangkatnya cukup mahal.

Bridge Lebih Sederhana, Tapi beban kinerja Tinggi

Konfigurasi yang dilakukan untuk mensetting pada mode bridging lebih sederhana dari pada routing, semua akan mengacu pada backbone sumber utama.

wifi Bridge mode

Perangkat dengan mode bridge akan berperan sebagai jembatan, memberikan akses kepada klient untuk terhubung ke konputer pusat tanpa peralihan dan antrian terlebih dahulu.

Namun, Request yang dilakukan langsung ke pusat, akan membuat beban dan kinerja komputer utama lebih sibuk, bahkan bisa membuatnya down.

Hal itu bisa digambarkan jika dalam satu wilayah jaringan terdapat lebih dari 15 perangkat, dimana masing-masing akan meminta layanan secara bersamaan. Lalu lintas akan tersendat dan kinerja komputer pusat lebih tinggi, karena berusaha melayani semua permintaan sekaligus.

Baca juga: Access Point vs Repeter, berbeda atau sama?

Penggunaan mode Routing dan Bridging akan berefek besar tergantung banyaknya jumlah klien yang akan terhubung pada jaringan.

Konsep membagi beban kerja dan penerapan antrian pada lalu lintas data membuat Mode Routing lebih populer sebagai konfigurasi wifi untuk jaringan rumahan maupun kantor.

Perbedaan keduanya bukan menjadi masalah besar untuk dicoba diterapan pada wifi rumahan, namun coba mempelajari lebih setelah menemukan sistem jaringan komputer yang lebih luas.

Beberapa brand wifi Router yang banyak digunakan seperti tp-link, Cisco, Neatgear, Tenda, dan Unifi. Silakan coba beberapa seri yang sekiranya cocok dan sesuai dengan kebutuhanmu.

Misalnya pada beberapa seri Tp-link seri TL-WR, Neatgear NightHawkX, Unifi UAP-pro yang patut untuk dicoba. Hal yang menjadi perhatian ketika membeliĀ  wifi adalah fitur perbandingan dengan produk lainnya dalam range harga yang tidak jauh berbeda dan berapa jumlah maksimal dari klien yang dapat terhubung.

Tinggalkan komentar