Penjelasan IP Address, Fungsi dan 5 Kelasnya

IP Address menjadi protokol perangkat untuk dapat mengakses internet dan konektivitas jaringan lainnya. IP singkatan dari internet Protokol Address yang Berperan sebagai identitas, membuat setiap perangkat memiliki pengalamatan yang unik, artinya akan berbeda satu sama lain.

Saat berselancar di halaman browser, media sosial atau chanel youtube, penggunaannya tidak terlalu diperhatikan.  informasi dari platform tersebut sudah dapat kita dapatkan dengan mudah saat koneksi internet berjalan dengan baik.

Namun jika dibongkar, kita akan menemukan sederet pengalamatan beserta teman-temannya pada wifi dan akses internet yang digunakan.

Implementasi pengalamatan ini tidak sesederhana itu, ada beberapa tipe, jenis, aturan penggunaan IP Address dalam perangkat sesuai dengan kebutuhan.

Pengertian IP Address dan Kelas-kelasnya

IP Address adalah Kombinasi angka yang digunakan oleh komputer sebagai standar protokol untuk dapat berkomunikasi antar perangkat. Contoh IP Address salah satunya 192.168.1.1 dengan ketentuan dan perbedaan agar paket dapat terdistribusi dengan baik dan tepat sasaran.

Penggunaan Angka IP tidak dilakukan dengan cara random dan asal, namun disesuaikan dengan perhitungan subnetting dan kebutuhan host yang akan digunakan, jadi penomoran ini ada aturannya ya.

Memahami sederhananya, dapat kita contohkan dengan No.telepon, di mana setiap orang memiliki nomor yang berbeda dan menjadi identitas komunikasi mereka. Cukup dengan mengenali identitas alamat perangkatnya, kita dapat berkomunikasi dan berbagi file dengan mudah.

Cara menuliskan IP address

Proses pengalamatan ini menggunakan kombinasi angka untuk dapat menjalankan sebuah fungsi. Angka yang dimuat memiliki standar perhitungan dengan beberapa bagian.

Bagian inti menjelaskan pengalamatan dengan konsep angka Biner, yang dimuat dalam jumlah bit dan dipisahkan oleh titik yang dinamakan oktet.

ip address konsep

Biner adalah angka yang hanya memiliki 2 nilai, yaitu 0 dan 1. Biner ini merupakan bahasa yang dimengerti oleh komputer.  Selain memuat angka biner, bit dan oktet juga masuk ke dalamnya. di mana dalam bit terdapat oktet yang memiliki nilai maksimal mencapai 255.

Lihat pada gambar bagaimana 192.168.1.1 terdiri dari 4 oktet yang masing-masing dipisahkan oleh titik, oktet pertama memiliki nilai 192 yang memenuhi syarat maksimal dari 255, dan oktet lainnyapun demikian.

Untuk mengetahui bagaimana 1 dan 0 dapat berubah menjadi 192. kamu dapat mengetahui selengkapnya dengan proses perhitungan subnetting.

Mengenal Perhitungan Subnetting

Subnetting adalah pembagian atau perhitungan network untuk mendapatkan alokasi skala terbaik untuk diterapkan, seperti mengalokasikan jaringan yang besar menjadi skala kecil. Proses perhitungan IP akan membawa juga paket lengkapnya seperti Subnet mask.

Subnet mask adalah Protokol yang digunakan pada TCP/IP untuk menentukan penggunaan pada host untuk akses jaringan lokal atau skala global. Dalam subnet mask memilik peran host yaitu host Id dan Network Id, dimana keduanya di terjemahkan dalam bahasa biner.

Keuntungan perhitungan subnetting memberikan space dan ketersediaan distribusi IP dengan tepat kepada perangkat dan tidak memberikan celah akses pengguna tak diizinkan dari alokasi yang tak terpakai.

Misalnya kita mempunya 50 komputer maka kita akan coba menghitung Kelas IP dan prefiks subnet yang tepat untuk menampung jumlah tersebut agar terpenuhi, tidak kurang atau terlalu berlebihan.

Fungsi IP Address

Penggunaan protokol ini tentunya telah sedikit kita singgung sebelumnya. Menjadi identitas dari perangkat, sudah mutlak dari fungsi utamanya. Lebih dari itu mari kita coba mengupas fungsi lain yang dapat diberikan:

  1. Berperan Sebagai identitas perangkat
  2. Sebagai protokol standar komunikasi antar perangkat
  3. Digunakan sebagai media alokasi perangkat yang dapat terhubung dengan batasan yang diizinkan
  4. Tracking perangkat yang terhubung dalam satu jaringan untuk mengetahui induk utamanya (backbone).
  5. Memfilter Hak Akses dan Paket batasan tertentu seperti kecepatan, download, upload dengan menggunakan perangkat tambahan seperti Mikrotik.
  6. Berbagi akses perangkat seperti printer dengan pengguna

Mengenal beberapa Jenis IP Address

Kita dapat mengetahui 2 jenis pengalamatan perangkat yang tersedia. keduanya dapat dibedakan dari daya tampung dan penggunaan yang lebih kompleks tidaknya, berikut perbedaan IPv4 dengan IPv6.

1. IPv4

Jenis Pengalamatan ini memiliki panjang 32 bit, di mana setiap bagiannya dipisahkan oleh titik yang dibagi 4 oktet, sehingga masing-masing oktet berisi 8 kombinasi angka biner.

Dengan tingkat konfigurasi yang mudah, serta daya tampung yang dinilai masih cukup untuk jumlah 4 koma sekian miliar pengalamatan IP, IPV4 dapat di andalkan.

Contoh pengalamatan ini, seperti 192.168.1.1 yang kita contohkan sebelumnya atau 172.168.20.1, dan kombinasi 4 nilai oktet dengan maksimal nilainya 255.

 2. IPv6

Jenis yang kedua adalah pengalamat IPV6, digunakan untuk kebutuhan yang lebih luas dari IPV4.

Penjelasan IP address versi 6 dimana memiliki panjang 128 bit yang dipisahkan oleh titik dua sebagai oktetnya, memuat 16 angka biner dan mengandung angka Hexadesimal.

Hexadesimal adalah basis perhitungan yang memiliki 16 simbol, d iantaranya 0,1,2,3,4 sampai sembilan dan 10,11,12,13,14,15 dituliskan dengan huruf A,B,C,D,E dan F.

Hal ini  yang membedakan dengan jenis IPV4 yang mendukung metode numerik sedangkan IPV6 dengan alfanumerik.

Jenis Ini termasuk generasi kedua dari pengalamat IP yang jika di implementasikan maka tidak akan kekurangan identitas untuk setiap perangkat terhubung, Contohnya: 2001:odb8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7335

Baca juga: Memahami dhcp Networking mudah dan lengkap

Pembagian Kelas IP Address

Sepeti tingkatan sekolah, alamat IP juga dapat dibedakan dari kelasnya, berdasarkan rentan nilai yang terbagi ke dalam Kelas A, B, C, D dan E. Penjelasan untuk hal kita akan temukan di bawah:

  • Kelas A
    Jaringan berskala luas, dengan Rentan Oktet 1 sampai 126, menampung Jumlah Maksimum jaringan 128  dan pengalamtan IP sebanyak 16.777.214

  • Kelas B
    Jaringan dengan skala menengah, dengan Rentan oktet : 127 sampai 191, menampung Jumlah Maksimum jaringan 16.384 dan alamat IP sebanyak 1.048.576

  • Kelas C
    Jaringan Berskala lokal atau kecil, dengan Rentan oktet 192 sampai 223, menampung jumlah Maksimum jaringan sebanyak 2.097.152 dan alamat IP 65.526

  • Kelas D
    Jaringan multicast,  dengan Rentan oktet 224 sampai 239, dapat menampung jumlah Maksimum jaringan Multicast Alamat IP

  • Kelas E
    merupakan IP yang di jadikan Percobaan, dengan Rentan oktet 240 sampai 255, menampung jumlah Maksimum jaringan yang tidak dapat Didefinisikan

Klasifikasi IP Address

Dalam sistem komunikasinya, IP Address diklasifikasikan dalam beberapa kelas seperti Unicast, broadcast, multicast dan anycast.

1. Unicast

Unicast adalah lalu lintas dari jaringan satu sumber ke satu tujuan, atau dapat dikatakan sebagai komunikasi yang terjadi antar host secara satu-ke-satu.

Paket IP mengalir dari satu ke titik lainnya, seperti Server web menuju ke komputer client. Keunggulan unicast ini adalah paket kiriman dapat terdistribusi secara langsung dan tepat pada tujuan yang di inginkan, dan pengimplementasiannya yang mudah.

2. Broadcast

Broadcast adalah lalu lintas jaringan dari satu host ke semua yang terhubung, atau melewati beberapa perangkat sebelum ke tujuan utama, bisa dikatakan satu untuk semua. Penerapan pada perhitungan IP address, dengan Identifikasi IP akhir Blok subnet dari host yang dapat terhubung pada jaringan.

Keunggulannya dapat menditribusikan paket audio dan video ke seluruh perangkat dengan mudah, contohnya terjadi pada sistem siaran televisi.

3. Multicast

Multicast adalah lalu lintas jaringan alamat IP dikirimkan kepada sekelompok perangkat, di mana hanya anggota grup yang menerima dan memproses paket-paket jaringannya.

Keunggulannya host dalam grup yang diizinkan saja untuk mendapatkan paketnya untuk melindungi informasi dari komunikasi antar perangkatnya dari akses yang tidak diizinkan.

4. Anycast

Anycast adalah lalu lintas jaringan satu ke banyak, namun aliran transmisi tidak untuk semua perangkat hanya dikirimkan pada perangkat terdekat dengan router saja. 

Kategori IP Address

Alamat IP dapat diketahui beberapa kategorinya, berdasarkan wilayah cakupannya, di antaranya sebagai berikut:

1. Private

Merupakan alamat IP yang digunakan untuk keperluan area yang lebih dekat atau skala jaringan lokal.

Digunakan oleh beberapa perangkat pengguna seperti Komputer, Laptop, dan HandPhone.

Perangkat yang terhubung pada jaringan lokal dapat melakukan transfer data informasi tanpa harus terhubung ke jaringan internet asalkan dalam satu jaringan Area Lokal (LAN).

Namun jika perangkat menginginkan akses internet, perlu pihak ketiga seperti layanan Intenet Service Provider untuk dapat mengalihkan akses pribadi ke Publik dengan bantuan perangkat Router yang disediakan oleh mereka.

2. Publik

Merupakan alamat IP yang dapat diakses pada jaringan internet. Artinya kita dapat terhubung dengan Paket IP tersebut dengan perangkat apapun yang terhubung ke internet.

Mendukung kebutuhan akses server web, Email dan paket lainnya, namun untuk memperoleh alamat ini kamu harus menghubungi pihak penyedia yang dapat mendaftarkannya ke Internet Assigned Number Authority (IANA) yang mengatur Global internet Protokol.

Jenis Distribusi IP Address

Menentukan sebuah identitas pada perangkat dapat dilakukan dengan cara memintanya secara acak kepada perangkat penyedia atau menentukan sendiri.

Berikut kita akan mengetahui distribusi pengalamat IP Static dan Dinamis.

1. Static

Pengalamat jenis ini memberikan konsep perangkat menentukan sendiri identitasnya dengan melakukan konfigurasi secara manual, namun tetap tetap satu jaringan terhubung.

Kelebihan:

  • Tidak mudah berubah, sehingga paket koneksi terdistribusi dengan baik tanpa terpengaruh perangkat lainnya.
  • Tidak perlu melibatkan perangkat dan service tambahan untuk pengalamatan.
  • Cocok untuk jaringan skala kecil

Kekurangan :

  • Tidak cocok untuk jaringan dengan skala luas, misalnya 100 komputer yang harus di atur secara manual, hal itu sangat melelahkan dan tidak efisien
  • Dapat terjadi bentrokan ip, yaitu satu bahkan lebih komputer yang memiliki identitas yang sama, hal ini sangat tidak dianjurkan dalam skema jaringan.
  • Paket setingan yang di inputkan tentunya harus lengkap, misalnya subnet mask, IP gateway dan DNSnya harus sesuai.

2. Pengalamatan Otomatis/DHCP

Pemberian identitas dengan terdistribusi dari pusat, artinya perangkat tidak perlu melakukan setting manual, karena telah diberikan oleh server atau perangkat router tersedia.

Kelebihan :

  • Pengguna yang terhubung tidak perlu menyeting alamat IP secara manual, karena sudah disediakan.
  • Konsep yang sangat direkomendasikan untuk membuat skema jaringan dengan perangkat yang banyak
  • cocok untuk jaringan yang luas.

Kekurangan :

  • Perlu tambahan layanan DHCP server sebagai paket pendistribusi alamat Ip untuk pengguna.
  • Dapat berubah-ubah oleh karena itu tidak cocok untuk perangkat yang menjadi penyedia data dan terbagikan seperti printer dan lainnya.
  • Kebutuhan alamat IP yang akan terdistribusikan dan terpakai harus benar-benar diperhitungkan dengan konsep subneting yang benar, karena ketersediaan yang tidak terpakai dapat menjadi celah keamanan jaringan yang cukup serius.

Contoh IP Address yang Menujukan Negara

Informasi berikut dapat menjadi gambaran bagaimana rentan Penggunaan IP address di setiap negara berbeda-beda, selengkapnya berdasarkan database IP location:

Negara Begin IP End IP
German 2.16.7.0 2.16.7.255
Afghanistan 27.116.56.0 27.116.59.255
Argentina 2.17.202.0 2.17.203.255
Australia 1.0.4.0 1.0.7.255
Amerika 1.0.0.0 1.0.0.255
Singapura 1.32.128.0 1.32.191.255

Permasalahan yang sering terjadi

Proses pembangunan sampai berjalan, penerapan jaringan memiliki kesesuiannya tersendiri dalam penyelesaian masalahnya. Ada beberapa permasalahan jaringan yang dapat terjadi, misalnya seperti

1. Konflik

Terdapat satu atau lebih perangkat yang memiliki alamat IP yang sama dalam satu jaringan. Menjadi permasalahan yang cukup serius,  dapat membuat seluruh server jaringan down saat IP pada perangkat core seperti router dipakai oleh perangkat lain.

Jika penyetingan dilakukan dengan media jaringan terhubung seperti kabel LAN atau WIFI, IP konflik dapat terdeteksi di mana konfigurasi tidak dapat disimpan dan menyertakan peringatan identitas tersebut telah digunakan di perangkat lain.

2. Perangkat tidak mendapat identitas alamatnya

Perangkat jaringan dapat disesuaikan pendisribusiannya pada pengguna dengan dua cara yaitu secara statis dan dhcp.

Terhubung namun tidak connect lihat apakah mendapatkan alamat IP atau tidak, dan jika penerapan dhcp silakan request IP address kembali pada perangkat PC dengan menggunakan perintah IPconfig/release dan ipconfig/renew pada CMD.

3. Terjadi Looping

Permasalahan ini bisa terjadi saat terdapat lebih dari satu perangkat router dalam satu jaringan dengan paket DHCP server. Di mana pengguna mendapatkan identitas yang tidak sesuai dengan paket pengirim,  dan hal ini juga bisa membuat seluruh jaringan down, cara mengatasinya silakan lihat kembali keadaan dan konfigurasi perangkat router, dan coba di reboot ulang.

Baca Juga : Memahami Apa itu DNS (Domain name Server) dengan mudah

Cara setting dan Cek Alamat IP di Komputer

Ada beberapa cara dan perintah yang dapat dilakukan untuk mengecek alamat ip yang terpasang pada komputer kita, di antaranya:

  1. Melalui control panel >> Network and Internet >> Network and Sharing Center >> change adapter setting>> Network connections >> pilih jenis penghubungnya via LAN adapter atau wifi >> Double klik >> details.
Memahami Ip address dhcp

2. Jika ingin Mengecek Dan setting Alamat IP secara Statis, silakan lakukan seperti langkah pertama, bedanya pada Network connections >> klik kanan >> properties >> Internet Protocol Versi 4 (TCP/IP4) >> pilih use the following Ip Addres untuk melakukan pengalamatan secara manual

Setting static ip

3. Cek Alamat IP via CMD >> CTRL + R >> CMD >> OK >> Ketikan perintah ” ipconfig ” >> Enter

setting cmd

4. Cek alamat IP via web browser, dengan mengetikan kata kunci whats my ip, namun cara ini dilakukan untuk mengetahui alamat IP publik yang kita gunakan untuk mengakses jaringan internet.

view public ip

5. Dengan Aplikasi desktop, salah satunya IP Scanner , yang akan menampilkan seluruh alamat IP pada jaringan yang terhubung.

aplikasi dekstop view

Selain komputer, perangkat mobile dan wifi mendapatkan pengalamatan IP address yang dapat disesuaikan secara manual atau otomatis.

Kesimpulan

IP Address adalah pengalamatan pada perangkat dengan kombinasi angka unik yang menjadi protokol dasar jaringan. Berperan sebagai identitas perangkat yang dapat disesuaikan untuk pengalokasiannya, menggunakan perhitungan subnetting dan pemilihan kelas seperti A, B, C, D dan E.

Pengalamatan dapat didistribusikan secara Statis dan DHCP, dengan jenis IPV4 atau IPv6 dengan kategori pribadi atau publik. Pengalamatan dapat ditemukan pada beberapa perangkat jaringan, seperti IP address wifi, router, dan banyak lainnya, lebih menarik lagi dengan mengetahui berapa IP address saya dengan mengetikan kata kuncinya pada pencarian google.

Tinggalkan komentar