Pengertian Cloud Computing, Sejarah dan 3 Jenis Populer

Cloud Computing atau komputasi awan dikenal dalam pengembangan sistem informasi modern yang murah. Kebutuhan infrastruktur bukan menjadi masalah utama dalam penerapannya, karena perusahaan dapat meminta  kepada penyedia layanan.

Pengguna hanya menyewa alokasi tempat dengan fitur yang tak jauh berbeda dari pembangunan secara mandiri.

Pengertian Cloud Computing Menurut Ahli

Berikut adalah pandangan atau pengertian cloud computing menurut para ahli 

National Institute Of Standards And Technology (NIST), Komputasi awan adalah model untuk memungkinkan akses jaringan nyaman dan sesuai dengan permintaan ke sumber daya komputasi yang dapat dikonfigurasi dengan cepat dan dirilis dengan minimal upaya manajemen dan interaksi penyedia.

Gartner Grup, Model Komputasi yang memiliki kemampuan IT-enable yang skalabel dan elastis yang diberikan sebagai layanan menggunakan teknologi internet.

IEEE Standards Association (IEE-SA), Mendefinisikan komputasi awan dengan dua konsep kerja yaitu Drap p2301 (profil Cloud) menyoroti ekosistem yang berbeda seperti vendor cloud, penyedia layanan dan pelanggan. Drap P2032 memberikan definisi teknologi, fungsi, dan tata kelola untuk interprobalitas, dan federasi antar komputasi.

Kesimpulan menurut pribadi, Cloud Computing adalah dukungan sistem data digital dalam layanan penyimpanan, Akses jaringan, Server, perangkat lunak dan basis data yang dapat diakses melalui internet, di mana Penyimpanan fisik mencakup beberapa Server di beberapa lokasi dan lingkungan yang dikelola oleh Perusahaan penyedia. 

Penyedia bertanggung jawab untuk menjaga sumber daya agar selalu dapat diakses,  menumbuhkan lingkungan yang aman dan dapat terus berjalan menjadi hal wajib sebagai penyajian layanan prima.

Metode komputasi awan kerap kali dilirik dalam metode penyimpanan data, pemulihan bencana, pengujian & pengembangan perangkat lunak, analisis, virtualisasi dan penerapan aplikasi web.

Sejarah Cloud Computing

Diketahui muncul kisaran tahun 1960-an, pakar MIT bernama John McCharty memberikan sebuah  pandangan ke depan bahwa teknologi komputasi akan berperan layaknya listrik dan telepon yang menjadi Fasilitas andalan publik. 

Perkembangannya berlanjut di mana pada tahun 1995, munculnya ide Network computing oleh pendiri oracle Larry Ellison sebagai pesaing dari dominasi Microsoft . Namun karena perkembangan jaringan tidak terlalu berkembang saat itu, kabar ini menjadi angin berlalu.

Komputasi awan kemudian dipopulerkan oleh Amazon pada tahun 2006 dengan produknya yang diberi nama elastic Compute Cloud. Penggunaan simbol awan mengacu pada peralatan jaringan komputasi di ARPANET dan CSNET.

Tahun 2010-an, Microsoft berpartisipasi dengan merilis Microsoft Azure, dan terus berkembang hingga google mengeluarkan compute engine mereka pada tahun 2013.

Baca Juga Mengenai : Grid computing, sejarah dan ruang Lingkupnya

Jenis Cloud Computing

Dilihat dari layanannya ada 3 jenis cloud computing yang dapat di ketahui, di mana komponen yang mengacu satu sama lain dan dapat mewakili bagaimana sistem komputasi awan ini dalam menyediakan layanan kepada pengguna. Berikut adalah beberapa unsur layanan dalam garis besar mendukung proses, penyimpanan, dan pengujian.

1. Cloud Computing IaaS (Infrasturture as a service) 

Layanan infrastruktur seperti perangkat keras, Server, jaringan, virtualisasi dan pusat penyimpanan data. Menawarkan penyimpanan dan komputasi berdasarkan akses per pengguna dengan fitur jaringan pribadi, analisa Big data, alat pengembang dan mesin learning contohnya seperti Amazon web service (AWS).

Layanan infrastruktur yang dapat berperan sebagai alat pemantau, keamanan, keseimbangan, akses log, pemulihan, backup dan mencadangkan.

2. Pass (Platform as a Service)

Layanan awan yang mengacu pada pengembangan, pengujian dan penyebaran aplikasi yang cepat, sederhana dan murah. Penyedia akan memastikan pengembang dapat mengakses ke sumber daya, dan melakukan aktivitas dalam pengelolaan dengan menggunakan fitur layanan tersedia.

PaaS memberikan fokus penuh kepada Development dalam pengembangan tanpa perlu memikirkan untuk membangun dan memelihara infrastrukturnya. Oleh karena itu pengembang dapat menerapkan program bahasa komputer baru, sistem operasi, database dan lainnya dengan cepat.

3. SaaS (Software as a Service)

Layanan yang memberikan aplikasi melalui web browser seperti Microsoft Office 365, di mana aplikasi dapat dijalankan tanpa mengunduhnya walau beberapa mengharuskan menggunakan plugin.

Keunggulannya, pengguna dapat mengakses melalui konektivitas internet, serta proses pembaharuan perangkat lunak dapat dilakukan secara otomatis, bisa dalam kurun waktu yang telah ditentukan misalnya per-hari, Minggu, bulan atau tahun.  Temukan perbedaan Iaas, Paas dan Saas selengkapnya

Tipe Cloud Computing

Dalam kaitan penggunaan dan hak akses terhadap layanan serta sumber daya, komputasi memiliki pilihan yang dapat disesuaikan dengan keinginan perusahaan atau organisasi pengguna, apa saja itu berikut rekapannya.

Publik Cloud Computing

Publik cloud adalah Layanan komputasi awan di mana sumber daya dikontrol oleh layanan penyedia selanjutnya akan dikirimkan melalui akses internet. Layanan seperti dukungan berbagi perangkat keras, penyimpanan, jaringan, sumber daya lainnya dikelola secara penuh oleh pihak penyedia dan client mengaksesnya melalui web browser.

Dapatkan keuntungannya seperti, biaya lebih murah, sumber daya yang tak terbatas, proses pemeliharaan dapat dilakukan oleh penyedia layanan, dan dukungan jaringan Server yang luas.

Private Cloud

Layanan awan publik yang dapat membangun, mengakses dan menguji perangkat lunak dalam Data Center, namun hak akses dapat dilakukan oleh pengguna internal secara pribadi.

Semua akses didedikasikan untuk penggunaan personal perusahaan atau organisasi dengan kelebihan dapat menyesuaikan sumber daya yang benar-benar dibutuhkan dan mendukung kinerja.

Selain itu, akses yang lebih terjaga membuat kontroler terhadap bisnis yang sensitif dalam penggunaan dan data. Keuntungannya seperti, fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan bisnis, sumber daya yang tidak terbagikan membuat keamanan yang lebih tinggi.

Cloud Hybrid

Gabungan dari layanan publik dan pribadi, di mana pengguna dapat mendukung sensitivitas kontroler serta sumber daya go public dapat diatur dengan penyesuaian yang pas.

Keuntungannya seperti, kontroler terhadap akses pribadi maupun publik, fleksibel dalam menambahkan sumber daya yang saling mengisi, penekanan biaya yang cerdas untuk merasakan fitur pribadi  dan publik  dalam satu paket.

Karakteristik Cloud Computing

Dikutip dari dokumen National Institute Of Standards And Technology (NIST), yang dituangkan dalam pemahaman pribadi berikut beberapa poinnya, orisinal bisa di lihat di Cloud cloud computing NIST SP 800-145  :

1. On-demand Self Service, Layanan Server dan aplikasi mandiri yang dapat disediakan tanpa memerlukan interaksi antar masing-masing penyedia layanan. Misalnya permintaan dari pelanggan di proses secara otomatis oleh infrastruktur cloud tanpa campur tangan manusia dari pihak penyedia.

2. Broad Network Access, Kemampuan menyediakan jaringan yang dapat diakses melalui mekanisme standar yang memberitahukan penggunaan oleh klien heterogen seperti ponsel, tablet, Laptop dan Workstation.

3. Resource pooling, atau pengumpulan sumber daya yang dikumpulkan untuk melayani banyak konsumen dengan sumber daya fisik dan virtual yang berbeda secara dinamis, di mana bekerja berdasarkan permintaan konsumen.

Memberikan akses kemandirian kepada pelanggan di mana pada umumnya tidak demikian, memungkinkannya untuk mengetahui secara tepat,  sumber daya ini  termasuk penyimpanan, proses memori dan jaringan.

4. Rapid Elasticity, Kapabilitas dapat disediakan dan dilepaskan secara elastis, dalam beberapa kasus berguna untuk menyekalakan ke luar dengan cepat maupun ke dalam sesuai permintaan.

5. Measured Service, Layanan terukur secara otomatis mengontrol dan mengoptimalkan sumber daya dengan memanfaatkan kemampuan pengukuran pada beberapa tingkat jenis layanan hal itu memberikan transparansi bagi penyedia dan konsumen pada layanan. 

Bagaimana Cloud Computing Bekerja?

Untuk memahami bagiamana cara kerjanya, dapat dibagi menjadi dua yaitu frontend (bagian depan) dan backend (belakang).

Bagian depan memungkinkan pengguna untuk dapat mengakses data melalui internet browser dan perangkat lunak komputasi awan, di mana komponen utama komputasi awan akan bertanggung jawab menyimpan data dan informasi dengan aman.

Bagian belakang akan berhubungan dengan perangkat Server, database dan Server pusat data.

Komputer Server pusat memfasilitasi konektivitas tanpa batas perangkat yang terhubung melalui komputasi awan. Untuk keamanan  dan risiko kehilangan maupun kerusakan data penyedia akan membuat salinan dari data tersebut.

Fungsi Cloud Computing

Seperti yang kita ketahui untuk membangun layanan TI tidak murah dan membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. Teknologi ini diharapkan dapat memangkas permasalahan biaya, dengan memberikan penggunaan yang mudah tanpa perlu pengetahuan lebih untuk menerapkannya, dan memberikan fokus terhadap pembangunan yang ingin dicapai dengan daya dukung virtualisasi.

Kelebihan dan kekurangan Cloud Computing

Kelebihannya, Ada beberapa fungsi dan manfaat yang dapat dirasakan saat anda menerapkan teknologi komputasi awan, di antarannya:

  1. Mobilitas yang cepat dan luas untuk organisasi, dengan meningkatkan fleksibilitas sumber daya infrastruktur.
  2. Memberikan solusi untuk pemangkasan biaya yang mahal
  3. Fleksibilitas data, memperoleh konektivitas data di mana saja dan kapan saja, karena sumber daya telah disediakan oleh penyedia secara luas.
  4. Proses pemeliharaan menjadi lebih mudah, karena dapat dilakukan di manapun tanpa harus memiliki akses khusus seperti penerapan teknologi tradisional
  5. Sentralisasi dan penambahan daya kapasitas akan diperoleh
  6. Support layanan bantuan masalah yang tidak bisa diselesaikan secara mandiri.
  7. Tingkat keamanan dapat diperoleh secara penuh.
  8. Skabilitas, di mana dapat menambah penyimpanan data tanpa harus menambah perangkat tambahan.
  9. Daya dukung hak akses terhadap data yang sensitif dengan memilih jenis cloud private.
  10. Pembaharuan, pemeliharaan dan antisipasi bencana menjadi rekomendasi penggunaan yang cerdas.

Baca juga mengenai: Mobile Computing, Jenis, sejarah dan kelemahannya

Manfaat Cloud Computing bagi Perusahaan

Bagi perusahaan yang menggunakan teknologi komputasi awan tentu akan ada beberapa keuntungan, misalnya seperti:

  1. Akses dan berbagi file dapat dilakukan d imanapun dan kapan pun
  2. Mencegah data perusahaan hilang dengan percadangan otomatis
  3. Mengurangi biaya perawatan Hardware dan Software
  4. Mudah dalam sinkron dan kolaborasi dengan pekerjaan
  5. Memberikan akses perusahaan dengan teknologi yang canggih

kekurangannya, Masih memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti tidak mudah memigrasikan seluruh data ke layanan baru dan bisa jadi biaya lebih mahal. Oleh karenanya perlu tenaga ahli tentang manajemen DevOs komputasi awan. 

Selain itu adanya persaingan yang menggunakan layanan yang sama, akan memberikan tekanan terhadap data yang sensitif, karena ditakutkan data tersebut tercuri dan menjadi bom waktu yang merugikan.

Lalu apakah Cloud Computing Penting Bagi Kita?

Tentu, dalam beberapa waktu ke depan orang secara luas akan melirik teknologi ini seperti layaknya domain dan hosting yang populer. Pengguna akan terus mencari teknologi terbaik untuk mendukung layanan yang mereka punya, semakin baik, cepat dan bersahabat akan menjadi pilihan utama. 

Mungkin juga bisa ditinggalkan jika ada teknologi pembanding lainnya yang dirasa lebih baik.

Contoh Cloud Computing

Berikut adalah beberapa contoh perusahaan penyedia layanan, dengan keunggulan dan kinerja yang cukup khas, apa saja mereka silakan simak ulasannya:

1. Google Cloud Computing (GCP)

google cloud platform

Dikenal sebagai GCP atau Goolge Cloud Platform, memiliki layanan teknologi yang berjalan pada penggunaan infrastruktur yang sama dengan produk internal, seperti mesin pencari atau Youtube. Tak hanya sebagai perangkat alat manajemen, GCP menyediakan serangkaian layanan modular termasuk komputasi, penyimpanan, analisis data, dan Machine Learning.

Hal menarik , di mana kecerdasan buatan akan mengambil kendali untuk belajar dengan referensi yang membutuhkan data sebagai bahan sebelum mengeluarkan hasilnya.

Didukung dengan Compute Engine, di mana Virtualisasi berpusat pada data jaringan di seluruh dunia, memungkinkan dukungan untuk komputasi awan global dan beban-seimbang.

Masalah lintas jaringan, tidak lagi menjadi penyebab tingkat tinggi dalam mendukung kebutuhan akan akses terpusat. Ruang komputasi yang besar, menyediakan bandwidth andal dengan Teknologi Global yang bersifat pribadi.

Beberapa produk, termasuk Storage & Databases, Networking, Big Data, kecerdasan buatan, Alat Manajemen, Identitas & Keamanan, Internet Of Things, Platform API.

Big Data memberikan kumpulan yang besar dan lebih kompleks. Terutama dari sumber informasi baru, oleh karena itu perangkat lunak pengolah data tradisional tidak dapat mengelolanya.

Sejumlah besar data ini dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sebelumnya tidak dapat Anda tangani di mana untuk pemantauan, diagnosis, dan kebutuhan dukungan pencatatan Google stackdriver tersedia seperti debugging, pemantauan respons dan kinerja Aplikasi. Awan penyedia memproses data asli di DataFlow, yang didasarkan pada model yang sangat efisien dan populer.

2. Microsoft Azure

microsoft azure

Microsoft Azure sebenarnya bukan hal yang baru. di mana sebelumnya orang mengenal Windows Azure, yang mengubah namanya menjadi Microsoft Azure. Layanan awan dibuat untuk membangun, menguji, menggunakan, dan mengelola Aplikasi layanan melalui pusat data.

Dalam komputasi Sumber, azure akan memberikan solusi dengan mesin Virtual, membuat penyimpanan, jaringan menjadi lebih cepat tanpa perlu menunggu lama. 

Terintegrasi dengan sebuah Domain, komputasi awan, dan skenario yang berkembang  pada Teknologi sumber terbuka seperti Kubernetes. Memodernisasi Aplikasi menggunakan teknologi awan tanpa Server dengan Fungsi  dan menanamkan kecerdasan ke dalam solusi kecerdasan buatan dan data.

Dapatkan dukungan internal untuk pemantauan Aplikasi, analisis log, penambalan, pencadangan, dan pemulihan situs sehingga Anda fokus pada Aplikasi, bukan infrastruktur.

Layanan Awan seperti anak tangga yang dilalui, menggapai paling atas dan menjadi arah teknologi terbarukan yang makin canggih.  

3. Amazon Web Service (AWS)

aws

Amazon Web Service atau AWS adalah layanan komputasi awan yang mendukung 175 data secara global, memberikan tingkat konsep terhadap perhitungan, penyimpanan dan database skala luas.

Penyedia ini memiliki 90 standarisasi kapatuhan yang ditawarkan. Hal tersebut sangat cocok untuk lembaga  yang memiliki data sensitif seperti militer, bank global ataupun lainnya.

AWS memiliki fitur SageMaker, merupakan layanan segmentasi kecerdasan mesin dalam pengelolaan dan pemberdayaan pengembang.

Banyak perusahaan besar mempercayakan kebutuhan TI mereka kepada AWS, sebut saja Netflix, Expedia dan General Electric.

Baca juga mengenai: OpenNebula VS OpenStack, Layanan Cloud Pilihan

Jika anda mengikuti perkembangannya, terebosan layanan Teknologi ini tidak selalu berfokus pada fitur akses kemudahan namun keamanan cukup menjadi perhatian khusus.

Tidak serta merta layanan ini menjadi pilihan, tak mudah meyakinkan pengguna untuk beralih dari cara tradisional ke arah modern, Isu keamanan data yang sensitif menjadi ketakutan yang cukup menjadi pertimbangan pengguna.

Kesimpulan

Komputasi Awan bertindak sebagai layanan penyedia infrastruktur, sistem perangkat lunak yang mudah dan murah. Terdapat beberapa sumber daya yang mendukung penyimpanan, manajemen, analisis data dan hak akses.

Layanan awan dapat menjadi peralihan utama dalam pengembangan teknologi dan informasi tanpa memikirkan pemeliharaan maupun pengembangan infrastruktur secara mandiri.

Komputasi awan memuat 3 komponen utama yaitu Iaas (Infrasturtur as a service), PaaS (Platform as a service) dan SaaS (Software as a Service). Terdapat 3 Jenis layanan pilihan yaitu Cloud Public, Private dan hybrid.

Contoh layanannya seperti Google Cloud Computing (gcp), Microsoft Azure, Amazon Web Service (AWS) Alibaba Cloud, Openstack, OpenNebula.

Tinggalkan komentar