7 Masalah Jaringan Komputer dan Cara Mengatasinya

Masalah Jaringan Komputer menjadi suatu hal yang tak dapat dihindari pada sistem data yang terkomputerisasi. Penanganan oleh tenaga ahli seperti Teknisi jaringan, network administrator menjadi keharusan dalam dukungan penyelesaiannya.

Tersendatnya lalu lintas informasi dan data pada jaringan akan berakibat banyak bagi suatu perusahaan, baik segi finansial, dukungan pelanggan pada layanan, terlambatnya proses pengolahaan dan distribusi data.

Terutama jika menyajikan layanan pada pelanggan, waktu tunggu yang lama tidak mudah diterima oleh mereka.

Masalahan Jaringan komputer di Area Kantor

Mempercepat penanganan dengan menemukan masalah dan mengambil tindakan perbaikan menjadi sebuah keharusan.

Berikut masalah jaringan komputer yang biasa terjadi pada area kantor, baik pada topologi, perangkat maupun dukungan lainnya:

1. Bingung Menentukan IP Address

IP address digunakan sebagai standart protokol untuk mendukung komunikasi data antar perangkat. Sangat penting untuk menentukan pengalamatan yang sesuai agar lalu lintas data dapat berjalan dengan baik.

Permasalahan dalam menentukan Berapa IP address yang digunakan sering di jumpai apalagi untuk para pemula.

Penentuan alamat IP harus dilihat dari berapa perangkat yang kiranya akan terhubung, selanjutnya menentukan kelas dan prefik ketersediaan yang alokasi alamatnya.

Untuk jaringan skala kantor sendiri kelas C sudah cukup dengan alokasi perangkat sampai 250 Unit. Angka yang sering digunakan misalnya 192.168.1.0 dikuti prefik /24, dengan begitu alokasi IP tersedia 192.168.1.2 sampai 254.

Pahami perhitungan subnetting untuk mempermudah penentuan alokasi IP yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu buatlah blueprint atau skema jaringan bisa dengan bantuan software Cisco paket tracert atau GNS3 untuk mempermudah melihat rekayasa topologinya.

jaringan komputer cisco paket tracert build

2. IP konflik , Masalah Jaringan Komputer  Serius

Ip address haruslah unik, artinya setiap perangkat memiliki identitas yang berbeda. Kesamaan akan mengakibatkan tabrakan atau sering dikenal IP konflik.

Penerapan konfigurasi manual atau static IP sering menyumbangkan masalah jarigan ini, satu atau beberapa komputer memiliki kesamaan IP address pada suatu jaringan.

Fatal jika identitas IP serupa dengan backbone atau komputer sumber utama. Koneksi sumber terpusat bisa tersendat, teralihkan bahkan terputus.

Bagaimana mengatasinya? IP konflik dapat dihindari dengan pemberian IP address yang jelas pada tiap perangkat, alokasi angka berututan dengan topologi dan perhitungan network subnettingnya.

Misalnya, mengalokasikan IP 192.168.1.0/24 untuk 30 komputer + 2 Wifi router, dimana IP yang tersedia berada pada angka 192.168.1.2-254. IP yang dibutuhkan sebanyak 32, bisa diambil dari 2-34 atau kombinasi berututan lainnya.

Bagaimana jika konfigurasi IP sudah terlanjut dipasang? Bisa melakukan scanning IP address pada jaringan dengan bantuan sofware seperti IP scanner .

Bantuan Software tersebut akan memperlihatkan IP yang digunakan oleh seluruh perangkat yang terhubung, sehingga mudah untuk menentukan identitas pada perangkat baru yang akan ditambahkan agar tidak terjadi tabrakan.

Biasanya pada sistem operasi windows terutama seri 10, ketika komputer telah tersambung kabel jaringan dan konfigurasi alamat IP diinputkan, akan memberikan notifikasi IP konflik jika terjadi alamat tersebut telah digunakan diperangkat lain.

Selain itu penggunaan Model distribusi IP otomatis atau sering dikenal DHCP bisa di coba diterapkan, dengan begitu setiap perangkat akan secara otomatis mendapatkan Alamat IP berbeda begitu tersambung pada jaringan. Hanya saja membutuhkan perangkat tambahan dan konfigurasi khusus.

Baca juga: Perbedaan Dhcp dan Static IP address & konsepnya

3. Jarak Cakupan Media transmisi

Media transmisi seperti Kabel jaringan atau akses nirkable dari sinyal gelombang memiliki batas maksimal untuk memberikan performa terbaiknya.

Performa tersebut akan berhubungan dengan kecepatan dan keberhasilan dari transfer data antar perangkat. Kabel jaringan LAN dengan konektor RJ 45, performa terbaiknya berada pada jarak maksimal 100 meter dati titik sumber, lebih dari itu dapat berakibat pada kelambatan transfer data.

Lalu bagaimana jika yang diperlukan lebih dari 100 meter, bisa menggunakan tambahan perangkat sebagai penerus datanya, seperti HUB, Swich, Router Wifi sebelum ke komputer pusat.

Sama halnya dengan menggunakan media nirkable wifi, cangkupannya memiliki range tersendiri dengan frekuensi yang terbagi pada beberapa seri a/b/g/n dan atau kombinasinya.

Secara umum mendukung frekuensi 2,4 Ghz dan 5 Ghz, Keduanya cukup luas untuk mencakup satu-dua buah ruangan berbeda namun berdekatan.  Mapping jaringan wifipun tidak sembarangan karena jika dipasang berdekatan akan saling menutup tangkapan gelombang ketika di akses oleh pengguna, dan itu sangat tidak efesien.

Mapping sinyal gelombang Wifi dapat dilakukan dengan bantuan perangkat MikroTik pada seri tertentu. Mikrotik dapat membatu memanajemen administrator jaringan dan meghindari masalah jaringan komputer yang serius.

4. Membagi Bandwidth Internet

Internet menjadi sumber pokok yang harus disebarkan keseluruh perangkat, titik dan divisi tertentu dengan kapasitas yang sesuai untuk mendukung jalannya kinerja.

Distribusi akses data internet pada tiap divisi tertentu harus diperhatikan, misalnya bagian ruang manager akan mendapatkan bandwidth yang lebih besar dibandingkan ruang staff lainnya.

Pembagian bandwidth akan mengurangi resiko tarik menarik kecepatan akses, memprioritaskan penggunaan yang lebih sering dan sensitif.

Jangan sampai kena semprot oleh atasan interenetnya lambat di ruangannya padahal bandwidth besar, hanya saja sedang teralokasikan lebih pada divisi lain.

Penggunaan perangkat tambahan seperti Mikrotik RouterBoard dapat memanajemen tugas tersebut. Pemberian bagian kapasitas data dapat ditentukan berdasarkan IP address, Mac Address dari perangkat tersebut.

5. Mendapatkan Broadcast IP yang tidak sesuai

Penerapan Model IP terdistribusi secara otomatis akan menemukan masalah jaringan komputer ini, terutama jika dalam satu jaringan terdapat lebih dari satu perangkat router wifi.

Konfigurasi yang diberikan pada router wifi sendiri kebanyakan mendukung komunikasi Routing, artinya dapat menghubungkan perangkat yang memiliki Network yang berbeda.

Misalnya Wifi router meneruskan paket dari sumber utama dengan membangun wilayah baru dengan IP address yang berbeda, jika pada pusat 192.168.1.0/24 sedangkan perangkat yang terhubung dalam wilayahnya akan mendapat IP 192.168.100.0/24.

Walaupun berbeda, yang satu berada pada wilayah 1.x dan lainnya 100.x, namun tetap bisa terhubung dengan implementasi routing yang ada pada wifi router.

Masalahnya, jika lebih dari satu terkadang saat client baru merequest IP address, walaupun dia tidak berada pada wilayah area salah satu wifi router namun mendapatkan identitas dari sana, dan yang paling parah merubah backbone wilayah wifi lain yang mengakibankan seluruh jaringan down.

Baca juga: 7 penggunaan IP address dalam jaringan Administrator

6. Permasalah Sharing dan Printer

Berbagi file akses dan penggunaan perangkat keras seperti printer tidak dapat berjalan begitu saja saat semua tersambung pada jaringan.

Pengaturan tingkat lanjut seperti mengijinkan hak akses perangkat lain untuk terhubung ke perangkat perlu diperhatikan. Beberapa perangkat dibangun secara default dengan tingkat kemanannya sendiri, seperti penambahan firewall dan role manajer.

Pada printer sendiri, pengakifan fitur sharing perlu tahap konfigurasinya, prosesnyapun terbilang mudah dan dapat juga disertakan akses driver pendukung untuk dipasang pada perangkat lain.

Memahami pengaturan firewall pada perangkat akan mengatasi permasalahan ini, tentunya setiap perangkat dan sistem operasi berbeda konfigurasinya, dapat disesuaikan dengan keadaan.

7. Server Utama Sering Gangguan

Server menjadi pusat data yang paling penting dari jaringan komputer, karena seluruh pengguna akan meminta paket pada perangkat tersebut.

Sever yang baik memiliki spesifikasi diatas lebih tinggi daripada komputer clientnya.  lihat dari Spek Prosesor, RAM, model hardisk SSD, LAN CARD PCi Express Gigabit, dan lainnya.

Sangat tidak berimbang jika kompter client memiliki spesifikasi lebih tinggi dibandingkan komputer server, tujuan kecepatan dan pengolahan data sulit untuk didapatkan.

Selain itu penambahan stabilizer sumber daya listrik, UPS  sangat diperlukan, untuk menghindari mati mendadak ketika terjadi gangguan.

Penggunaan sistem operasi yang tepat turut mempengaruhi performanya, jangan sampai menggunakan karnel untuk komputer biasa. Pilihan yang tepat seperti windows server, Linux, dan kebanyakan stabil untuk sistem operasi linux terutama untuk penggunaan administrator jaringan yang dapat menggunakan Debian.

Bekerja pada sektor administrator jaringan akan membawa pengalaman lebih dalam masalah jaringan komputer. menyenangkan saat dapat menemukan permalasahan dan menyelesaikannya.

Tinggalkan komentar