Apa itu Jaringan Komputer Dasar (Fundamental)

Jaringan komputer merupakan dasar Komunikasi dari informasi Teknologi (IT), Menghubungkan tiap Perangkat dalam beberbagai model dan variasi, baik sama ataupun berada pada jalur jaringan yang berbeda.

Komputer dikonfigurasi secara khusus untuk dapat saling terhubung, berbagai file, akses perangkat keras, dan keperluan antar host lainnya.

Konsep jaringan yang mirip dengan tubuh manusia dengan kelengkapan sebuah sistem yaitu saraf dan bagiannya. komputer tidak dapat berdiri sendiri, dukungan perangkat tambahan seperti kabel jaringan, Hub, Router, repeter sebagai jembatan telekomunikasinya.

Jangkauan tak harus selalu luas, skala rumah, kantor , hotel, sekolah bahkan dua komputer yang terhubung satu sama lain bisa dikatakan sebagai jaringan komputer yang dikenal sebagai peer-to-peer.

Memahami Jaringan Komputer Lebih Mendalam

Jaringan komputer bisa dikatakan sebagai jaringan data, menghubungkan node dalam pertukaran informasi dan lalu lintas data seperti audio maupun video.

Basis jaringan komputer menggunakan TCP/IP (Transmission Control Protokol/IP address) yang merupakan sebuah standar protokol komunikasi data lokal ataupun internet. TCP/IP dapat berjalan secara virtual pada jalur transmisi DialUp dan ethernet, sehingga mendukung berbagai vendor dari perangkat keras.

Format IP address sendiri menjadi peran utama dalam identitas perangkat dalam sebuah jaringan yang unik, artinya satu sama lain tidak memiliki kemiripan. Terbagi dalam beberapa kelas seperti A, B, C, D, dan E misalnya 192.168.1.1 yang merupakan Kelas C, lebih lengkap  dalam memahami IP address.

jaringan komputer cisco paket tracert build

Sedikit disinggung sebelumnya komputer harus didukung oleh beberapa perangkat untuk dapat bertukar informasi dan sharing data antar host. Diantaranya Kabel jaringan/Nirkabel, HUB/Swich, dan Router.

Kabel jaringan, mengambil peran dalam paket distribusi informasi dan komunikasi, komputer tersambung melalui jalur kabel LAN atau tanpa kabel yang sering dikenal dengan Nirkable/Wireless.

Hub, mengambil peran dalam perangkat tambahan untuk menghubungkan kabel LAN dari beberapa komputer sebelum ke  sumber utama, sederhannya sebagai konektor tambahan untuk menghubungkan banyak komputer secara broadcast.

Swich, hampir serupa dengan Hub sebagai penghubung beberapa komputer ke sumber utama, bedannya informasi yang ditawarkan tidak melalui proses broadcast ke semua perangkat melainkan langsung ditujukan pada perangkat yang merequest, untuk itu ada beberapa versi yang didukung dengan konfigurasi tambahan yang dikenal sebagai istilah manageable dan unmanageable.

Router, Sebagai perangkat khusus tingkat lanjut yang dapat menghubungkan network yang berbeda, dan memberikan jalur terbaik untuk pertukaran informasi kepada perangkat dalam jaringan.

Repeter, Sebagai perangkat tambahan untuk meneruskan sinyal nirkable agar mendapatkan cakupan yang luas dalam area tertentu.

Baca juga: Mengenal apa itu jaringan Ad Hoc dan 5 Jenis kegunaannya

Penggunaannya bisa komputer server tersambung ke hub lalu ke komputer client, atau swich untuk mengganti hub dan penambahan router jika diperlukan. Hub sendiri sudah jarang dipakai karena kinerjanya sudah terwakilkan oleh Swich yang memiliki fitur yang lengkap, hanya saja harganya lebih mahal.

Klasifikasi Jaringan Komputer

Terbagi dalam beberapa kategori, mencangkup Wilayah jangkauan, Fungsi, skema jaringan yang sering disebut topologi, media transmisi dan berdasarkan sumber distribusi datanya.

Pembagian model ini bisa tercermin dalam jumlah perangkat utama dan jaringan yang digunakan secara khusus.

Jaringan Komputer berdasarkan Geografis (Jangkauannya)

Dilihat dari wilayah cangkupannya, jaringan komputer dapat dibedakan dalam berbagai model, baik dari akses lingkungan pribadi sampai global dengan skala dunia. Berikut pembagiannya:

LAN (Local Area Network)

Skala jaringan terbatas yang sering digunakan untuk wilayah rumah, Univeristas, Lab, kantor dan akses dalam gedung.

Jaringan lokal kerap digunakan sebagai koneksi berbagi file, sharing perangkat keras seperti printer dan layanan program aplikasi sederhana.

Menghemat biaya dan penggunaan perangkat yang tidak terlalu banyak serta cendrung mudah diterapkan.

pengguaan sumber dayapun lebih minimalis dan terpusat, seperti layaknya printer yang dapat digunakan berbagai client yang terhubung dalam satu jaringan.

LAN menjadi jawaban untuk menjembatani kerahasiaan informasi internal dalam satu wilayah kantor lebih terkontrol, walau tak menutup kemungkinan kebocoran data bisa saja terjadi.

Selain itu proses maintenence atau pemeliharaan lebih mudah dilakukan, dan tidak akan berakibat luas jika terjadi hal diluar dugaan, seperti downnya satu kota, provinsi bahkan negara.

MAN (Metropolotian Area Network)

Skala yang lebih luas dari pada LAN, dapat mencakup suatu wilayah seperti area kota yang luas. MAN dapat disebut sebagai perluasan dari LAN.

Dukungan koneksi satu gedung dapat diperluas dengan ikut terkoneksi antar gedung lainnya, dengan jarak puluhan kilometer.

Tentu, media rambat tidak dapat sepenuhnya dengan kabel jaringan biasa karena batas maksimal terbaik dalam transfer jalur paketnya sekitar 100 meter. Oleh karenanya, Kabel serat fiber optik digunakan untuk meneruskan paket-paket informasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Perangkat Router juga dapat ditemui cangkupan wilayah ini. Hal tersebut untuk mendukung konfigurasi network dapat terhubung walau berbeda setiap divisinya, tanpa perlu merubah secara menyeluruh.

WAN (Wide Area Network)

Perluasan dari MAN, menghubungkan koneksi antar  kota, provinsi, benua bahkan negara.

Konektivitas yang lebih luas sering digunakan oleh perusahaan besar yang memiliki cabang di berbagai kota contohnya seperti bank.

Sumber terpusat membuat pengelolaan data lebih cepat, real-time dan tepat, hal itu yang membuat perusahaan besar menggunakan jaringan skala WAN.

koneksi yang terbangun melalui satelit, namun banyak juga yang menggunakan kabel serat optik. Perangkat jaringan pendukung tentu lebih banyak dan komplek. Seperti penambahan Router tingkat profesional, Swich Manageble dan lainnya

Biaya yang besar dan sumber daya tenaga ahli sangat dibutuhkan untuk membangun fasilitasnya.

Jaringan Berdasarkan Fungsi/Perannya

Pembangunan peran sangat diperlukan dalam pembagian tugas dan memaksimalkan kinerja perangkat. Sumber daya terpusat dapat diambil sebagai sentarisasi data biasanya dikenal sebagai server dan client bertindak sebagai enduser atau pengguna. Keduanya saling melengkapi satu sama lain.

peertopeer and client server

1. Peer-to-peer (Ujung ke ujung)

konsep peer-topeer memberikan gambaran koneksi langsung dapat terjadi antar perangkat pengguna. Peran yang diambil oleh setiap bagian tidak ada yang khusus, artinya setiap perangkat dapat menyumpai sumber data dan begitupun meminta data pada perangkat lain.

Kemudahan dalam pertukaran datanya dianjurkan tidak terlalu banyak, misalnya cukup sampai 20-25 perangkat saja karena jika lebih akan membuat koneksi menjadi rumit dan tersendat alhasil, paket konfigurasi tidak dapat diterima oleh perangat pengakses.

Contoh sederhannya, koneksi 2 Laptop Melalui Kabel LAN untuk berbagai file maupun koneksi server ketika bermain game yang mendukungnya.

2. Client Server

Mempunyai konsep sumber daya terpusat, dimana perangkat utama akan mengambil peran sebagai pusat data yang selanjutnya di akses oleh client atau pengguna sesuai dengan permintaan yang mereka inginkan.

Komputer server akan melayani paket permintaan dari berbagai client, gambaran tersebut memberikan pengelolaan data yang sangat baik, karena seluruh data penting yang dibutuhkan tidak tercecer pada perangat lainnya.

Kebutuhan dan kinerjanya yang besar membuat spesifikasi perangkat server akan lebih tinggi dari pada client, hal tersebut untuk memberikan kecepatan layanan dalam memproses permintaan pengguna.

Contoh sederhana saat mengakses halaman web, misalnya facebook.coom. Penguna akan  meminta paket ke facebok untuk dapat terhubung dan menampilkan kontennya, sehingga pengguna dapat melihat interface dan antar muka untuk aktivitas selanjutnya.

Topologi Jaringan Komputer

Topologi merupan sebuah cara untuk menyusun skema jaringan, yang disesuaikan dengan penggunaan kabel maupun perangkat lainnya yang didasari kebutuhan dan penyederhanaan tertentu misalnya dalam segi biaya.

1. Topologi BUS

Banyak digunakan untuk kebutuhan area kecil, dimana setiap komputer akan terhubung dengan kabel secara serial (berurutan) sebagai lalu lintas datanya.

topologi bus jaringan komputer cisco

Jenis topologi ini akan memberikan laporan keuangan yang lebih murah karena penggunaan kabel tidak terlalu banyak dan sangat cocok untuk kebutuhan yang sederhana pada skala rumahan.

Ciri khsus pada topologi ini yaitu penggunaan Kabel jaringan Coaxial, yang merupakan salah satu  tipe kabel jaringan dengan bentuk linier tiga dimensi dan sumbu yang sama. Terpasang dengan konektor BNC, memiki ukuran bundar yang biasa digunakan juga untuk konekor CCTV, Router ke  Televisi.

Kekurangan dari penggunaannya, Kecepatan lalu lintas datanya tergantung pada masing masing perangkat yang terhubung, oleh karenanya kepuasaan akan dirasakan jika seluruh perangkat memiliki spesifikasi yang baik.

Selain itu masalah yang dapat ditimbulkan dari lalu lintas secara berurutan adalah putusnya seluruh koneksi jika backbone atau perangkat utama bermasalah, artinya tidak dapat peralihan sumberdaya dari perangkat lain.

2. Topologi Star (Bintang)

Penyusunan jaringan yang berbentuk seperti bintang, dimana komputer terhubung tidak secara langsung namun dengan tambahan Swich pada jalur lintasannya.  Bintang memberikan gambaran pada node terpusat ditengah, yang selanjutnya paket-paket dan konfigurasi tersebar pada jalur lintas perangkat peminta.

topologi star jaringan komputer

Permasalahan perangkat dominan seperti terjadi pada topologi bus yang dapat mengakibatkan seluruh jalur bermasalah dari perangkat utama dapat dihindari. Karena paket data masih bisa diteruskan walaupun salah satu perangkat pada topologi bermasalah, artinya perangkat yang tidak berkepentingan tidak dapat mempengaruhi seluruh lalu lintas jaringan.

Selain itu dapat menambah jumlah perangkat yang terhubung dibanding Topologi bus yang terbatas jumlah.

Kekurangan pada topologi ini akan terpusat pada Swich/hub,  jika ada masalah bahkan rusak maka seluruhnya akan mengalami lost koneksi. Selain itu membutuhkan banyak kabel untuk menyusunnya yang berbanding terbalik dengan topologi bus yang lebih sedikit dan sederhana.

3. Topologi lainnya

4 Topologi lainnya seperti Topologi Cincin, Mesh, Pohon, dan Linier.  berbeda dalam segi penggunaan kabel yang lebih banyak dan penambahan perangkat dalam lalu lintas serta peran pusat data yang diambil oleh masing-masing perangkat.

Beberapa digunakan sebagai pusat penyusunan untuk kepentingan dalam area yang luas dan perangkat yang banyak.

Jaringan Komputer Berdasarkan Sumbernya

Identifikasi terhadap jaringan bisa didapatkan dari bagaimana suatu perangkat menerima dan berkirim sebuah data. Sistem sentralisasi  atau distribusi bisa menjadi pilihan untuk diterapkan.

1. Terpusat

Koneksi yang dibangun dalam lalu lintas data akan mengarah pada salah satu Komputer, dimana seluruh paket dan konfigurasi tersedia dapat diakses oleh komputer pengguna sebagai perantaranya.

Model Sentraliasi seperti ini terjadi pada model jaringan client server, yang banyak digunakan baik secara area lokal, kota bahkan dunia dalam mendukung konektivitas dan informasi data.

Satu pintu dalam mengakses sebuah data akan memberikan ketepatan informasi yang diterima oleh setiap penggunanya.

2. Terdistribusi

Lalu lintas koneksi yang dibangun merupakan gabungan dari beberapa jaringan terpusat, sehingga membuat client dapat terhubung dalam suatu sistem jaringan.

Penggabungannya membuat pemeliharaan data menjadi lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan daerah asalnya. Hal itu dapat menghindari beban kerja pada komputer pusat.

Hal yang perlu diketetahui adalah pembangunannya membutuhkan perangkat yang lebih banyak dan mahal dibandingkan terpusat. Selain itu pemerosesan data akan sedikit lebih lambat, karena menunggu pengolahan dan kiriman dari induk utamanya.

Jaringan Komputer Berdasarkan Media Transimisi

Media transmisi atau bagaimana sebuah jaringan tersebut mengirimkan paket-paket distribusinya, baik melalui media kabel jaringan maupun tanpa kabel dengan perangkat wifi.

1. Wired Network (Jaringan kabel)

Menggunakan media kabel jaringan  sebagai koneksi antar perangkat, Konektor terhubung pada kartu jaringan NIC (Network Interface Controller) yang terpasang pada komputer.

Koneksi yang dihasilkan cenderung stabil tanpa ada hambatan dari media lain seperi tabrakan chanel frekuensi, atau tembok beton yang menghalangi media rambatnya.

Namun terbatas pada jaraknya yang kurang lebih sekitar 100 meter untuk performa yang baik, selebihnya akan mengalami keterlambatan data bahkan bebera kehilangan koneksi.

2. Jaringan Nirkable

Sebagai media koneksi yang cukup populer untuk menghubungkan banyak perangkat dengan mudah. SSID ( Service Set Identifier) sebagai acuan untuk perangkat terkoneksi dengan sumber data.

Dapat menggunakan perangkat Wifi untuk mendukung media transmisi ini, selanjutnya perangkat yang ingin terhubung hanya perlu tersambung pada SSID yang telah mengudara.

Daya cakupannya dapat diperluas dengan tambahan repeter, namun terbatas pada situasi tertentu misalnya terhambat dalam area gedung berkontruksi beton atau tabrakan frekuensi dengan gelombang lainnya.

Baca  juga: 2 Alasan Mengapa ditengah kota susah sinyal

VPN (Virtual Private Network)

Akses jaringan komputer yang dibangun secara rekayasa untuk koneksi pribadi yang digunakan untuk terhubung ke jaringan lain secara aman.

Penggunaannya banyak disadari untuk membuka situs web yang dibatasi dalam suatu wilayah, melindungi aktivitas penjelajahan saat menggunakan koneksi wifi publik.

Secara sederhana, VPN menghubungkan perangkat seperti komputer, ponsel cerdas ke akses server lain disuatu tempat/wilayah. Merubah IP Address pengguna seolah olah berasal dari daerah tersebut tanpa benar-benar harus ada disana, dengan keuntungan dapat mengakses saluran atau situs yang biasanya tidak bisa diakses pada area tertentu karena kebijakannya

Tentu semua keuntungan akan didapat jika menggunakan VPN yang terpercaya dan berbanding terbalik jika tidak demikian.

Manfaat Jaringan Komputer

Setelah menganal jaringan komputer, pastinya mengetahui fungsi dan manfaatnya bukan lagi suatu masalah besar, seperti:

1. Sebagai media Komunikasi data baik secara email, Video Conference atau perpesanan instan

2. Berbagi perangkat keras seperti printer, scanner, dan lainnya,  sehingga dapat menghemat biaya dalam pengadaan barang.

3. Mempermudah berbagai akses, file data antar satu dan pengguna lainnya.

4. Manajemen data lebih terkontrol seperti backup, migrasi dan pemeliharaan.

5. Berbagi penggunaan akses software Dekstop berbayar pada komputer khusus, untuk itu tidak perlu membeli banyak lisensi untuk keperluan tertentu saja.

6. Mampu memberikan kecepatan, ketapatan dan real-time data walaupun pada jarak yang jauh.

7. Mempermudah Sharing pengerjaan project yang dikerjakan oleh berbagai pengguna di wilayah berbeda.

8. Mampu menjangkau Area yang lebih luas, hal tersebut sangat bermanfaat untuk kepentingan bisnis, pendidikan dan sektor lainnya.

9. Sebagai sentraliasi dan distribusi data pada aset-aset yang berharga agar dapat di olah dan digunakan pada keperluan tertentu.

Kekurangan Jaringan Komputer

Tentu akan ada kelemahan yang akan ditemui oleh pengguna saat mencoba menerapkannya, misalnya seperti:

1. Membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membangunnya baik itu skala kecil, menengah sampai luas.

2. Perlunya pengetahuan ahli untuk mencapai konsep jaringan yang di inginkan serta sesuai kebutuhan.

3. Masalah keamanan data menjadi hal yang akan sering ditemui, karena banyak pencurian data yang sering terjadi.

4. Kerusakan, kehilangan data oleh virus, trojan, maupun ransomware dapat terjadi.

5. Diperlukan keahlian tertentu misalnya penggunaan software atau aplikasi khusus untuk mendukung kinerja yang diinginkan.

6. Alokasi sumberdaya pendukung menjadi pertimbangan seperti listrik yang harus disadari.

Jaringan komputer dibangun untuk memberikan keluasan distribusi data dan kemudahan untuk diperoleh, beberapa penerapannya menjadi bagian inti pada perusahaan atau instansi. Mahir dalam network Engineer dan administrator akan mengenalka lebih lanjut seperti kemanan jaringan, penetrasi testing yang lebih dekat pada Cyber Security.

Tinggalkan komentar