Apa itu Netmask dan Mengapa Berbeda Tiap IP Address

Netmask sering disertakan bersama konfigurasi IP Address, default geteway, dan DNS, sebagai paket komplit yang digunakan pada server maupun klien. Pengaturannya akan disesuaikan dengan Perhitungan wilayah network yang digunakan dan alokasi yang diinginkan.

Tiap wilayah akan menampilkan bagian yang berbeda ataupun sama tergantung dari konfigurasi yang telah ditentukan, berdasarkan tujuan dan maksud tertentu.

Memahami Lebih dalam Tentang Netmask

Netmask adalah 32 bit bilangan biner yang digunakan untuk membagi Alamat IP address dan menentukan jumlah ketersediaan host yang dapat bergabung.

Misalnya Alamat IP 192.168.1.0 dengan Prefik /24 akan memiliki netmask 255.255.255.0, yang akan berbeda pada prefik /25 yang akan memuat 255.255.255.128. Prefik digunakan sebagai identitas yang menggambarkan jumlah perangkat yang diijinkan terhubung pada satu wilayah jaringan.

32 bit akan mengacu pada 4 oktet dimana masing-masing terdiri dari 8 bilangan biner yang dijumlahkan akan mencapai nilai 255 tiap oktetnya.

Netmask Konsep

Penjelasan lengkap mengenai Netmask:

  1. Terdiri dari 32 bit, dimana masing-masing terbagi dalam 4 oktet.
  2. Tiap Oktet terdapat 8 bit yang memuat bilangan biner
  3. Jumlah maksimal bilangan biner jika dijumlahkan tiap oktetnya adalah 255. dimana didalamnya merupakan bilangan kelipatan 2, mengacu pada total biner yang hanya terdapat (0 dan 1).
    Nilai dihitung dari kanan ke kiri, yang dimulai dari 1 selanjutnya 2, lalu 4, 8, 16, 32, 64, dan 128.
  4. Perhitungan Berdasarkan Prefik yang digunakan dimana hal itu akan mentukan alokasi dan ketersedian IP address yang akan digunakan oleh perangkat yang terhubung dalam satu jaringan, baik IP network, Broadcast, dan gateway.

Pada Penentuan prefiknya saat proses subnetting, akan membawa Nemask pada dua bagian didalamnya, yaitu Network ID (yang merupakan identifiksi TCP/IP pada network dimana host berada),  dan Host ID (jumlah perangkat yang dapat terhubung pada jaringan, bisa dihitung berdasarkan jumlah perangkat keras NIC (Network Interface Card Ethernet).

network dan host id

Implementasi modern membuat segmentasi pada Nemask menjadi lebih fleksible, dimana sebelumnya hanya berdasarkan pada klas IP Address yang digunakan pada wilayah jaringannya.

Baca juga: Memahami DHPC  Networking dengan Mudah dan lengkap

Bisa diibaratkan sebagai gambaran topologi dan skema jaringan yang dibangun dengan mengetahui angka pada perangkatnya. Administrator jaringan profesional akan mengetahui berapa estimasi perangkat yang ada pada wilayah tersebut.

Misalnya untuk memberikan alokasi jumlah perangkat lebih dari 200 dengan /24, netmask 255.255.255.0, atau Alokasi 9 Komputer maka menggunakan prefik /29, dan masknya 255.255.255.240.

Lebih jelas mengenai hal ini, akan membuatmu lebih dekat dengan perhitungan Subetting. Subnetting merupakan Proses perhitungan alokasi jaringan komputer untuk menentukan Alamat IP network, Broadcast, Gateway default, SubNetmask, DNS dan lainnya pada suatu jaringan komputer.

Memang akan sedikit rumit, namun itulah yang harus dilewati. Perhitungan akan lebih sederhana pada IP address V4 namun akan sangat sulit pada IP V6 yang mendukung jaringan global.

Bantuan alat perhitungan subnetmask seperti aplikasi atau web tool cukup direkomendasikan untuk mempercepat Prosesnya. Misalnya web tool yang dapat diakses secara online sebagai netmask kalkulator.

Tiap perangkat yang terhubung akan memiliki IP address yang berbeda dengan netmask yang sama pada jaringan, namun akan berbeda pada perangkat yang berada pada wilayah jaringan lainnya.  Walau demikian tetap dapat tersambung satu sama lain dengan bantuan paket Routing.

Memperlajari jaringan komputer dan IP address akan sangat membatu untuk memahami hal ini.

Tinggalkan komentar