8 Kebiasaan & Alasan Akun Digital di Hack atau di Retas

Apa yang membuat mudahnya akun digital di hack oleh peretas?, hal itu mengingantakan kita akan Perkembangan digitalisasi yang makin merambah, turut menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Contohnya, sekarang Media sosial Tak hanya sebagai forum curhat semata, namun orang dapat meraup penghasilan dari sana.

Digitaliasi turut menghadirkan sistem identitas yang berbeda untuk setiap penggunanya. Ketentuan login pengguna diibaratkan sebagai pintu informasi yang harus dimiliki oleh partisipan.

Dalam setiap platform, baik itu media sosial, market place, Google akun dan rekam digital lainnya, memiliki kebijakan komunitas yang berbeda. Oleh karenanya, pengguna harus memiliki lebih dari satu akun, walau memang ada juga yang dapat mengintegrasikannya ke banyak platform sekaligus.

Mengapa akun digital di Hack begitu mudah?

Sifatnya yang sensitif dan berharga, membuat identitas digital seseorang bagai ladang emas bagi para pendulangnya. Oleh karenanya penggunaan yang bijak perlu disadari oleh setiap pemilik akun digital. Berikut adalah kebiasan buruk yang tidak disadari yang bikin akun digital di Hack atau diretas.

1. Satu Untuk semua, Akun Piala bergilir

Perlu disadari kemudahan dalam registrasi keanggotaan di platform dengan mengaitkan akun yang sama memiliki  dampak yang cukup besar, Selayaknya akun google sering digunakan untuk melakukan tugas tersebut.

Tak ada masalah jika platform dapat memberikan rasa aman terhadap informasi pribadi, bagaimana jika tidak? hal tersebut menjadi bom waktu yang sangat berbahaya. Semua informasi pribadi dalam akun Goolge kita dapat diambil, karena hak akses telah diberikan ke pada platform atas perizinan pengguna.

Hal buruk seperti menerima SMS SPAM, Email SPAM, sampai meretas akun sosial media yang terkait dengan akun google. Ha itu menjadi gambaran kecil dari penyalahgunaan data, lebih jauh dari itu pencemaran nama baik dan Norma susila, mudah dilakukan oleh oknum karena kendali sudah di genggaman mereka.

Lebih bijak untuk melakukan registrasi dengan metode langsung dari platform tersebut, tanpa permintaan akses ke akun utama. Hal itu memang cukup merepkan, dimana pengguna harus mengingat user login yang berbeda untuk login dihalaman platform yang berbeda pula. Namun jika kamu yakin platform tersebut dapat mengamankan akun dengan kebijakan privasi dan datanya, bisa di pertimbangkan untuk mengaitkan pada akun utama.

2. Berbagi Pasword sama dengan sayang

Rumus tersebut sering digunakan oleh anak muda yang sedang kasmaran, dengan saling memberikan hak akses ke media sosial dan platform lainnya. Namun apa yakin 100% hal itu cara yang baik? banyak sekali kejadian akun di hack dengan cara ganti password atau di masukan konten tidak baik setelah hubungan berakhir.

Apa yang terjadi disini adalah adanya kebebasan dalam hal privasi. Setiap orang punya privasi, oleh karenanya mereka akan cerdas dan memilih mana kebutuhan publik atau pribadi. Saat memberikan hak akses, secara tidak langsung privasi anda sudah tidak pribadi lagi karena dapat diketahui oleh orang lain.

Saran yang baik, Stop berbagi akun serta password dengan mudah banget, karena itu adalah aset pribadi kamu yang sangat berharga. dengan begitu dapat mencegah akun digital di hack.

Baca juga: Cara aman share link di facebook tanpa block & Spam

3. Kombinasi Password Mudah Di tebak

Kata sandi sering dibuat dengan kata kunci yang lumrah dan berkaitan kehidupan penggunanya, misalnya seperti Nama, tanggal lahir, sama dengan id login, Inisial, dan lainnya. Hal itu sebenarnya sah-sah saja, namun tidak mimiliki kekuatan dalam pengamannanya.

Saat oknum telah memiliki sedikit informasi dari data pengguna, mereka akan mencoba beberapa kata kunci secara acak untuk mencoba masuk ke akun target. Hal sederhana biasanya terpikir adalah berkaitan dengan korbannya, baik itu mewakili dirinya, kesukaan dan hal lainnya. jika demikian oknum hanya perlu ratusan atau bahkan mungkin puluhan kali saja untuk dapat membobol akun pengguna.

Selain itu, penggunaan kombinasi password yang sama di setiap platform dapat menjadi masalah yang cukup serius, dimana jika salah satu akun terkena retas akan berimbas pada akun lainnya. Ibarat satu pintu yang dapat membuka semuanya.

Saran yang baik dalam membuat sandi adalah dengan menambahkan karakter unik misalnya “#”,”!” dan lainnya yang sulit untuk disadari oleh orang lain, namun mudah diingat oleh kita.

4. Niat terselubung dibalik web Berhadiah (Phising)

web phisisng atau peniruan halaman web instansi tertentu dari pihak luar yang dibuat untuk menjerat korbannya melakukan suatu tindakan misalnya memberikan informasi data pribadi dengan iming-iming hadiah yang menjadi siasat para pelakunya.

Apa yang dapat ditampilkan dari halaman web phising bisa dibilang cukup mirip 99%, bedanya hanya pada domain atau url untuk mengakses. misalnya situs resmi web facebook yaitu facebook.com, dan penirunya menggunakan faceboooook.com/ffacebook.com.

Menghindari hal tersebut adalah dengan tidak mudah terbujuk rayu oleh hadiah yang mengharuskan melakukan transaski di web tertentu. Selalu akses situs langsung dihalaman mesin pencari terpercaya seperti google, perhatikan informasi kontak person, dan autentikasi lainnya. Lebih dari itu jangan mudah klik link sembarangan

5. Tidak mengoptimalkan Verifikasi dua Langkah

Beberapa aplikasi dan platform  telah menerapkan teknologi verifikasi dua langkah atau keamanan ganda untuk dapat login ke akun pengguna. Verifikasi tersebut bisa berupa kode OTP yang dikirim lewat sms atau email, sebagai konfirmasi ulang bahwa apakah benar yang login itu adalah pengguna tersebut.

Sayangnya banyak pengguna yang tidak memanfaatkan fitur ini, misalanya pada aplikasi whatsapp, keamanan ganda tersedia tapi dibiarkan begitu saja. Celah keamanan akan selalu ada,  jaminan keamanan 100% sangat sulit untuk diberikan oleh penyedia, berita situs-situs besar yang pernah diretas adalah gambaran yang cukup nyata.

6. Fitur jendela Penyamaran (incognito) tidak dipakai

Kebiasaan lainnya seperti meminjam perangkat pengguna lain untuk menyelesain tugas atau aktivitas, warnet atau penyedia sewa yang memberikan layanan yang sering dipilih. Login ke media sosial atau berkirim pesan lewat email sering dilakukan dengan begitu transparan, ada yang lupa logout setelah dipakai atau membersihkan riwat pencarian.

Informasi yang tersimpan pada perangkat, dapat diakses kembali oleh pengguna lain dari riwayat jelajah atau cache yang masih tersimpan pada browser yang digunakan. Oleh karena itu aplikasi web browser menyediakan fitur jendela penyamaran baru untuk digunakan oleh peminjang sementara, sehingg tidak akan menyimpn informasi data digital secara otomatis.

7. Sering Pakai VPN Bikin akun digital di Hack

VPN (Virtual Private Network) adalah layanan  yang memberikan akses pribadi kepada pengguna dari server khusus melalui Ip address publik. VPN banyak digunakan untuk mengkses situs web atau aplikasi diluar negri, dan membuka situs yang terblokir. Tak heran banyak yang menggunakannya untuk kepentingan tersebut.

Bahaya dari penggunakan VPN yang sembarangan adalah data perangkat yang digunakan untuk mengkakses dapat bocor dan terekan pada server VPN. Sangat berbahaya, mengingat data pada perangkat cukup banyak, tak hanya akun media sosial, email, tapi mobile banking juga ada disana.

Beberapa kasus mengalami pencurian nominal uang pada rekening mereka setalah menggunakan aplikasi VPN.  Lainnya menemukan akun sosial media  terkunci atau tidak bisa diakses,untuk itu penggunaan VPN perlu disadari dengan tepat dan sewajarnya.

Baca juga: Bahaya! hapus segera VPN ini sekarang

8. Pencari Wifi Gratisan bikin akun digital di hack

Siapa yang tak tertarik diberikan akses wifi gratis, apalagi saat berada di lingkungan area publik. Namun ternyata ada hal yang sangat berbahaya mengintai bagi penggunanya loh, jadi jangan sembarangan.

Wifi memiliki beberapa komponen, misalnya perangkat wifinya itu sendiri, akses internet dari ISP melalui mode, dan beberapa menggunakan alat tambahan untuk memajemen bandwidth serta akses pengguna.

Bagi teknis jaringan perangkat tambahan untuk memajemen penggunaan sangat dibutuhkan, karena disana mereka dapat menyesuikan alokasi, serta akses yang boleh atau tidaknya. Fitur lengkap lainnya seperti melihat pengguna yang terhubung dan history aksesnya.

Mengapa wifi gratis bisa berbahaya, karena admin administrator dapat mengentrol penuh siapa pengguna yang terhubung, untuk oknumnya tersendiri dapat meremote, mengalihkan ke web phising, menamam malware atau virus mining bitcoin dan menyimpan histori akses yang didalamnya ada informasi pribadi.

Mudahnya akun digital di hack tentu kesadaran masing-masing individu dan aktivitas yang dilakukannya, bijak dalam beberapa hal akan membuat aman walau sepenuhnya tidak demikian.

Bagaimana apa beberapa alasan tersebut pernah kamu alami? sehingga akun di hack oleh orang yang tak bertanggung jawab?. Mulai sekarang lebih memperhatikan tingkat penghargaan terhadap data digital kamu. Ungkapan santai akun saya kebal hack, yakin? coba dech cek cara mengetahui akun digital pernah di hack 

Tinggalkan komentar