10 Tips Keamanan Wifi Rumah atau Home Internet

Home internet yang terpasang di rumah terkadang menjadi incaran orang tertentu untuk turut serta mendapatkan koneksi internet gratis, baik memintanya secara baik maupun ilegal dengan membobol keamanannya.

Tentu penyedia layanan telah memberikan fasilitas keamanan yang baik pada perangkat yang diberikan ke pelanggan, namun ancaman bisa saja tejadi akibat hal kecil seperti kelalaian atau kebiasaan buruk penggunanya.

Menikmati kenyamanan internet di rumah dengan wifi yang  dimiliki dapat dilakukan dengan beberapa tips keamanan wifi rumah berikut.

Merubah Password default

Passsword default atau bawaan pada perangkat menjadi salah perhatian khusus, perangkat dengan settingan tersebut rentang pada pembobolan karena user maupun sandi telah di ketahui banyak orang.

Kombinasi sandi yang dimuat oleh perangkat router wifi, memiliki beberapa gerbang, misalnya untuk mengakses router maka pengguna perlu kombinasi password useradmin/administrator untuk mengakses router.

Setelah berhasil masuk ke gerbang pertama, pengguna dapat menemukan kombinasi user password lain, seperti pada keamanan akses wifi.

Biasa akses untuk memasuki gerbang utama yaitu router cenderung mempertahankan password bawaan yang ketika diketahui sangat riskan untuk mengekplore kedalamnya.

Baiknya rmeubah dengan kombinasi user sandi yang lain dan mudah di ingat, temukan pada menu administrator di masing-masing perangkat wifi yang digunakan.

Buat sebuah kombinasi password yang tidak terlalu umum, dengan memuat huruf kapital, angka dan karakter unik diakhir seperti !/*/#.

Gunakan Keamanan Terenkripsi

Wifi memiliki banyak tipe keamanan yang dapat dipilih, seperti WPA, WPA + AES, WPA + TKIP, WPA2 Personal, WPA2 Enterprise, WPA3 dan Open Network (tidak mengimplementasikan keamanan).

Menjadi perhatian khusus ketika wifi yang mengudara dengan status open network, tentu hal itu menjadi makanan yang sangat menggiurkan untuk para peretas bahkan mungkin untuk orang yang sekedar iseng tersambung.

Penggunaan kemanan wifi seperti WPA2 Personal akan lebih baik di terapkan pada router rumah kamu.

Lihat pada menu keamanana wifi dan pastikan mengaktifkan keamanannya, jika tidak dapat merubahnya secara mandiri dapat meminta bantuan pada layanan teknis provider.

Mematikan WPS

WPS atau Wifi Protected Setup menjadi standar kemanan yang dapat menghubungkan perangkat ke wifi denga cepat dan mudah.

WPS sendiri mampu mendukung keamanan wifi dengan tipe open network , WPA-personal maupun WPA2-personal.

Ketika WPS diaktifkan dengan menekan tombolnya pada perangkat maka pengguna dapat mencari broadcast jaringannya dan menggunakan kombinasi pin atau tidak.

WPS akan mengudara pada chanel yang berbeda dari pancaran broadcast wifi dalam satu perangkat yang sama, alhasil perangkat memiliki dua chanel akses untuk terhubung.

Untuk penggunaan pribadi skala rumahan dan tidak terlu intens terhadapanya, baiknya menokaktifkan akses wps agar  koneksi menjadi satu pintu yang membuatnya menjadi lebih baik.

Keamanan Wifi rumah dengan disable Broadcast wifi

Pengguna terbiasa mengakses jaringan wifi pada perangkat dengan melihatnya pada ketersedian wifi ketika discan pada perangkat, hal itu menandakan broadcast pada wifi aktif.

Fitur disable broadcast pada wifi akan menghilangkan nama jaringan wifi (SSID) ketika perangkat ingin terhubung, dimana perlu usaha lebih lanjut untuk dapat mengaksesnya.

Mematikan akses broadcast SSID seperti menandai bahwa di rumah kita memang tidak ada wifi yang terpasang, untuk dapat tersambung maka pengguna dapat menambahkan jaringan secara manual di perangkatnya dengan mengisi nama ssid dan password yang telah di setting sebelumnya.

Baca juga: 5 Tips sebelum memasang layanan home internet

Aktifkan firewall

Firewall menjadi salah satu keamanan jaringan yang sering ditemukan juga pada komputer client maupun server, dengan sistem kerja memberikan akses mana saja yang boleh dan terbelokir.

Kemanan tingkat lanjut yang baiknya di miliki oleh perangkat wifi dan router menjadi hal yang benar-benar harus di perhatikan.

Beberapa perangkat biasanya memuat akses keamanan firewall otomatis, dalam hal ini maka kamu tidak perlu melakukan penyetingan lagi jika dirasa sulit untuk melakukannya.

Yang menjadi bahaya adalah ketika perangkat router tidak mengaktifkan firewall, hal ini akan membuat lapisan keamanan cenderung lebih tipis.

Matikan Wifi Secara Berkala

Wifi yang menyala 24 jam dalam seminggu tentu bukan sesuatu hal yang baik, mulai dari kebutuhan sumber listrik yang akan terkuras, terjadinya malfungsi sampai memberikan waktu akses percobaan yang lebih pada pembobol.

Mematikan wifi ketika tidak digunakan, seperti tidak ada dirumah menjadi hal yang bagus untuk memberikan keamanan wifi yang lebih baik.

Hal ini juga, dapat mengistirahkan perangkat agar beban didalamnya tidak terlalu panas dan menghindari malfungsi atau kegagalan sistem yang dapat merusak kapanpun.

Namun jangan terlalu sering untuk menyala dan mematikannya dalam waktu yang berdekatan, karena dapat merusak perangkat, buatlah sebuah jadwal misalnya satu minggu sekali atau tergantung kondisi.

Gunakan Teknologi Terbaru

Firmware pada router cenderung mendapatkan update berkala tiap tahun atau periode tertentu, memperbaharuinya  ke versi terbaru akan sangat dianjurkan.

Teknologi terbaru biasanya akan memuat keamanan yang lebih kuat, memperbaharui bug dan celah keamanan yang pernah terjadi.

Hal tersebut dapat meminimalisir kerentanan pada keamanan wifi rumah yang kamu gunakan, biasanya penyedia akan melakukan upgrade jika dperlukan namun jika tidak bisa kontak layanan providernya.

Menggunakan Mac Address filtering

Keamanan tingkat lanjut dapat memanfaatkan fasilitas mac address filtering, teknologi keamanan ini dapat mengijinkan perangkat yang terhubung ketika sudah terdaptar di perangkat router atau memblokir dengan mengenali Mac addressnya.

Hal ini sangat berguna sebagai skrining  atau filter perangkat yang diperbolehkan atau tidak terhubung dengan jaringan layanan internet kita.

Memberikan batasan pada akses banyak di terapkan oleh pengguna untuk mendapatkan keamanan yang lebih baik, membuat alur akses menjadi lebih jelas dan lebih terkendali.

Disable Remote administrator

Mematikan Akses administrator atau kontrolel jarak jauh dirasa sangat efektif untuk penggunaan koneksi internet skala rumahan, karena hal ini dirasa tidak diperlukan dalam penerapannya.

Akses kontrol jarak jauh memungkinkan pengguna untuk mengakses halaman depan login router melalui jaringan yang sama, kelebihan tersebut biasanya digunakan okeh administrator jaringan atau penyedia layanan.

Hal tersebut sangat riskan ketika peretas mampu memasuki jaringan dan melakukan penetrasi lebih lanjut dengan membobol seluruh wifi yang ada.

Menggunakan VPN (optional)

Penggunaan akses private seperti VPN cukup dianjurkan, dimana segala aktivitas pengguna tidak akan diketahui oleh siapapun termasuk dari penyedia layanannya sendiri.

Namun hal yang perlu di perhatikan adalah bagaiaman VPN itu memberikan keamanan atau malah sebaliknya, biasanya fitur layanan berbayar cenderung lebih aman dari pada VPN gratisan.

Tentunya, sebuah keamanan tercipta dari teknologi yang dimuatnya, selain itu kebiasaan pengguna juga turut andil dalam hal ini, kebiasaan buruk seperti memberikan password sembarangan, menggunakan kombinasi password yang mudah ditebak serta umum akan memudarkan seluruh fitur keamanan.

Beberapa tips keamanan wifi rumah akan sangat berguna ketika mendapatkan pengalaman buruk sebelumnya, silahkan coba diterapkan salah satunya jika di rasa berguna dan bermanfaat.

Tinggalkan komentar